Rasanya Menulis?

Hampir lupa rasanya menulis, sudah lama tidak menulis. Tergantikan oleh photo-photo yang memiliki secuil caption. Terhanyut arus trend yang semakin simple dan minimalis. Trend yang sedikit banyak membuat candu dan menurunkan produktifitas, disamping banyak pula kelebihannya tentu. Hampir lupa rasa, asyiknya membaca buku ditemani aroma lembaran-lembaran kertas kayu hutan yang tak akan bisa tergantikan dengan kemajuan teknologi sehebat apapun, tapi tak tahu nanti.

Makhluk yang disebut manusia, saat ini tengah keranjingan teknologi media. Seperti kesurupan setan, atau cinta taklid buta.. makhluk ini tidak bisa lepas dari alat kecil berbentuk kotak yang berisi seluruh dunia. Seperti lampu Aladdin yang di gosok, keluar jin sakti lalu terkabul semua keinginannya. Apa jendela dunia yang disebut buku akan punah?

Hampir lupa punya keinginan membuat buku, selalu saja mempunyai alasan klise. hmmm…. benar-benar hampir lupa, bagaimana asyiknya menulis. Kata orang sejauh apapun kau pergi mengembara, ada satu tempat yang pasti membuatmu kembali. Rumah, orang-orang menyebutnya seperti itu. Tempat berbagi semua rasa… tidak mengapa jika sempat lupa dan terlena, tempat pulang selalu ada. 

Advertisements

One thought on “Rasanya Menulis?”

  1. padahal selalu kutunggu loh tulisannya mas ivan barata ini.seolah membawa kemana gitu.apa sudah sibuk bekerja kali ya, hehehe.salam dari fans.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s