SENYUM

“Hai, gue air.. kamu Januari ya yang handle acara ini? Sorry banget gue telat”

……. ……. …….

Pagi itu semua terburu-buru. Mobil melaju sekenanya menuju Bandung. Kalau tidak macet perjalanan Jakarta-Bandung bisa kurang lebih 2 jam. Semalam alarm ponsel yang ku setting ternyata tak berdering karena aku lupa mengganti modus menjadi dering. Dan sepanjang perjalanan aku terus mengumpat alarm sebagai biang keladinya. Mencari siapa yang bisa dijadikan pelampiasan atas kebodohanku sendiri.

Ada acara besar pagi ini yang harus aku kerjakan di Bandung. Shooting promo ulang tahun sebuah Bank bergengsi yang sudah banyak menggelontorkan uangnya demi blocking commercial shoot satu menit di stasiun tv tempatku bekerja. Kalau tidak tiba tepat waktu, bisa berantakan semuanya.

Sepanjang perjalanan aku berharap budaya terlambat di Indonesia masih langgeng. Berharap direktur utama bank tersebut datang terlambat layaknya polisi film India yang muncul saat si jagoan sudah mengalahkan musuh-musuhnya. Dan sayangnya, ternyata direktur itu memang terlambat.

Dengan tampang acak-acakan karena hanya berbekal cuci muka dan gosok gigi, aku akhirnya sampai di lokasi shooting di seputaran jalan Asia Afrika. Lewat 15 menit dari jadwal,dan direktur bank bergengsi, terlambat 30 menit. Aku masih aman, tapi kelaparan belum sarapan. Mencari kawan-kawan crew yang sudah standby satu jam sebelumnya. 

Saat diperjalanan aku menelpon produser program. Hanya bisa meminta maaf memelas karena terlambat. Sumpah dan sampah menjadi sarapan pagi dari produser. 

“Kameramen kancut, lo bisa shooting nggak nih?”

“Siap bang, bisa. Ini lagi diperjalanan”

“Bangke, gue nelponin lo ampe puluhan kali nggak lo angkat. ntar lo temuin dulu salah seorang AE yang koordinir acara, namanya Januari”

“Siap bang, siap salah”

Telepon langsung terputus

Dari Jakarta seharusnya semua tim berangkat bersama. Karena aku terlambat, tim berangkat duluan atau lebih tepatnya meninggalkan. Sampai di lokasi semua kamera dan lampu sudah di set. Crew sudah standby di lobby bank bergengsi, lalu aku menghadap produser

“Pagi bang”

“Kih, enak banget lo nyampe-nyampe alat udah pada di set. Kamera lo udah di blockingin”

“Siap salah bang”

“Tuh, di luar lo temuin dulu Januari. Minta brief testimoni si direktur ntar”

“Orangnya yang mana bang”

“Noh, yang rambutnya sebahu, make kacamata”

“Yang gondrong gemuk ya bang”

“Njir, yang cewe cuy. Kalo yang gondrong gemuk itu anak makeup”

“Owh, siap cucok ya bang”

“Bangke.. cepetan sono”

Sedikit merapikan rambut sambil berlari kecil keluar lobby bank, menyapa salam dari belakang pundaknya.

“Misi..”

Bak film ftv. Dengan hembusan angin yang menerpa rambut dia berbalik dengan gerakan lambat,  lalu backsong yofi dan nuno melantun.

“Hai, gue air.. lo Januari ya yang handle acara ini? Sorry banget gue telat”

“Hai, iyup gw Januari. Kenapa telat mas?”

“Iya maaf, gw nggak pake pengaman jadinya telat”

“Hah…? Gimana mas?”

“Hehe, becanda. Ya biasalah anak muda, suka begadang lalu bablas”

Percakapan yang berlangsung 2×1 menit semua biasa saja. Sampai memasuki menit ke 3 dia memperlihatkan sesuatu yang membuat semua menjadi tidak biasa. Dia tersenyum. Senyuman yang membuat menit ke 3 itu terasa amat panjang. Rasa ini langsung ikut campur, sekehendaknya tanpa perintah dari otak. 

Senyum simpul yang terbingkai hiasan lesung di pipi kanannya, di campur dengan kedua mata bulat dibalik kacamata yang juga bulat, dalam wadah wajah yang oval. Sampai lidah tak bertulang ini ikut turut andil memprovokasi gombal

“Indah”

“Kenapa mas?”

“Iya, kamu indah”

“Indah? Gue Januari mas. Bukan indah”

“Eh maaf, bukan itu. Maksud gue, senyuman lo manis dan indah. Emm, lo harus sering-sering tersenyum ya! Hehehe”

Dia hanya mengerutkan kening keheranan campur jijik, dan aku hanya terpana diam terpesona. Lalu umpatanku pada alarm langsung aku ralat, menjadi  memuja alarm ponsel yang tak berdering.

*Dengan ijin penokohan, beberapa nama dan alur cerita diubah penuh bumbu untuk kepentingan dramatisasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s