Macet

Jakarta, saat macet begini. Stuck nggak move on, tetap ditempat ibaratnya seperti pulau kecil yang diterjang gelombang tsunami. Kendaraan berjubel saling sikut bak air bah yang berlomba-lomba mengikuti arus yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah.

Karena kuatnya arus tsunami, Jakarta hampir tenggelam. Trotoar jalan juga sudah tidak aman. Teluk-teluk pejalan kaki juga sudah tenggelam oleh parkiran-parkiran kendaraan yang tidak bertanggung jawab, egois mengambil hak orang.

Karang-karang cantik yang seharusnya menghiasi dasar pesisir kini hampir hilang terhempas kuatnya gelombang. Setiap hari, gelombang ini semakin besar di Jakarta. Ya, karena ulah manusia itu sendiri dan kebutuhan perut juga, agar dapurnya terus mengepul. Tuntutan hidup yang keras, gaya hidup, dan kebutuhan hidup adalah faktor utama tsunami ini.

Lihat saja contoh pasar-pasar sebagai komoditi kehidupan paling ramai seantero bumi. Tuntutannya mendatangkan gelombang yang besar. Atau pedagang-pedagang yang juga merusak pinggiran teluk, dan kendaraan sesuka hati meluber membanjiri badan jalan. Jakarta hampir tenggelam. Emm..bagaimana kalau itu bukan perumpaan?

Note : ditulis random saat maceet menuju gedung DPR *mau liputan sidang RUU Pilkada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s