Gerbong Kereta

 

Sembari menunggu kereta, membunuh waktu, saya mau cerita apa saja yang saya temui dalam perjalanan dari apartemen, eh dari kost tepatnya sampai ke stasiun. Hehe

Pertama adalah penjual sayur lesehan yang menggelar lapaknya di pinggir gang tempat pertemuan para ibu-ibu. Dengan setiap langkah mereka yang terhitung pahala, memulai pagi mereka berbelanja bahan kebutuhan rumah tangga untuk para suami dan anak mereka yang akan memulai aktivitasnya. Saat lewat, saya mendengar celotehan para ibu yang akan memasak apa pagi ini. Tentang makanan kesukaan suami dan anak-anak mereka. Ibu-ibu itu adalah bidadari surga men. Aminn

Kedua, saat berjalan lagi saya bertemu dengan seorang bapak setengah baya di pinggir jalan besar tempat saya menunggu taxi. Setiap pagi, setelah subuh bapak tua berperawakan kecil dan agak sedikit bungkuk itu pasti selalu di sana. Dia menjajakan aneka makanan, mulai dari nasi kuning cacah telur dadar untuk sarapan pegawai kantor, kue-kue, dan juga gorengan yang di letakan dalam rak-rak keranjang yang didudukkan di boncengan sepeda tuanya. Dia akan dengan setia menunggu pembelinya datang sampai tengah hari. Sembari menunggu, dia selalu memakai payung untuk melindunginya dari sinar terik matahari siang nanti.

Ketiga, di stasiun saya bertemu dengan segerombolan manusia yang tengah sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing. Saya bertemu dengan seorang bapak berkepala setengah botak yang menggandeng anaknya di sebelah kiri, dan menggandeng kerdus barang di tangan kanannya. Dia tergopoh-gopoh berlari mengejar kereta yang ternyata baru saja berangkat. Masuk ke peron saya melihat para awak kereta dan masinis yang menyiapkan gerbong yang akan disandingkan dengan lokomotif. Lalu saya melihat ibu-ibu yang menunggu kereta sambil khusuk membaca Al-Quran kecil di genggamannya.

Semoga Allah memudahkan segala urusan-urusan mereka. Dan memberikan pahala atas kebaikan-kebaikan dan kesabaran mereka. Dan inilah saya, tiba di gerbong kereta. Duduk dan masih terus mengamati sampai nanti di perjalanan berikutnya.

Bismillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s