Sakral

Bertemu, berkenalan, bercengkrama, berkah. Bagian ini yang paling saya sukai ketika melakukan suatu perjalanan ke suatu tempat baru. Hampir dalam setiap tulisan penjelajahan, saya selalu menulis tentang ini.

Bisa bertemu dengan orang-orang baru. Raut muka warga setempat yang ramah dan bukan sekedar remeh temeh. Guratan wajah-wajah yang berpola menunjukkan satu titik ciri khas darimana mereka berasal.

Bisa berkenalan, dengan orang-orang yang memiliki senyuman tulus dan bukan karena fulus “uang”. Menyambut dengan tatapan mempersilahkan dengan sangat terbuka.

Bisa bercengkrama, berbincang. Menambah wawasan ilmu hidup, adat dan budaya yang begitu beragam. Tertawa dengan kebiasaan yang berbeda menjadikan semua terasa cair. Toleransi yang tidak sekedar toleransi.

Dari sanalah saya bisa lebih menghargai hidup, bersyukur, bisa bertemu dan menjalin silaturahmi dengan orang-orang baru. Dan itu berkah banget men. Saya akan bisa duduk diam berjam-jam sambil mendengarkan mereka berceloteh tentang hal-hal baru yang begitu baru. Baru dalam hal pola pikir tanpa menghilangkan prinsip. Bagaimana memandang hidup dan menjalaninya. Saya akan masukkan bagian ini dalam kata “sakral” dalam penjelajahan. Jadi wajib dilakukan saat travelling😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s