Ied 1434H

Mendadak, tidak terencana, hal-hal yang tidak terduga. Itulah hiasan perjalanan nenteng ransel menuju Solo dan Jogja dalam rangka moment Idul Fitri 1434 H. Pulang liputan, langsung menuju Terminal Lebak Bulus. Dapat bis yang tidak gue rekomendasikan, Bis Malam Handoyo. Menurut gue mereka menarik penumpang dengan berbagai trick agar armadanya penuh. Yang gue alami, saat deal trayek dikatakan kalau bis dengan posisi duduk dua-dua, dapat tempat duduk. Tapi akhirnya bis tidak seperti yang dikatakan, dan tempat duduk sampai 3x dipindah-pindah. Ban vulkanisir, gue nggak tau kenapa bisa lolos pemeriksaan dari pihak dishub. Belum lagi beberapa penumpang yang harus di pindah-pindah ke bus yang lain karena tujuan yang berbeda.

Memang sih, keseruan terjadi saat sesuatu terjadi ama elu. Absurd makin menjadi, di tempat singgah makan, gue merasa tertinggal bis yang gue tumpangi, hebatnya tas gue yang berisi beberapa helai sempak ada di sana. mengadu ke operator, katanya naik bus yang sama saja biar nanti diperhentian selanjutnya ketemu bisnya. Makin hebat lagi saat singgah diperhentian kedua, terungkaplah kalau gue menumpang bis Handoyo yang melewati jalur selatan, sedangkan bus gue yang asli lewat jalur utara. Gerak dan mikir cepat, minta bantuan temen yang di Solo nungguin tas gue yang kesepian. Alhamdulillah, pagi hari gue memeluk mesra tas backpack.

Semua indah pada waktunya, buah manis perjalanan gue bertemu dengan teman dan saudara yang sangat baik. Bersilaturahmi, berbagi kisah dan pengalaman, mendapatkan ilmu dan nasihat, pengalaman baru. Allahuakbar3x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s