Pohon Jambu

Jaman kecil dulu, kebetulan pekarangan dan kebun rumahku sangat luas. Bisa dikatakan paling luas sejalan Hasanuddin tempatku tinggal. Hampir semua jenis pohon buah ada. Mangga, alpukat, jambu air, jambu batu, jambu monyet, pisang, markisa, nangka, pepaya, coklat, dan rambutan.

Nah ada satu pohon, tempatku biasa bermain dan menghabiskan waktu dalam khayalan dan petualangan. Taulah, anak kecil sangat pintar bermain dengan imajinasinya. Aku pernah jatuh dari pohon jambu indukan yang mengakibatkan aku tidak benafas selama beberapa waktu, karena badanku terhempas menghantam tanah.

Letak pohon jambu ini berbeda dengan pohon-pohon buah lainnya yang ada di kebun. Letak pohon jambu ada disekitar pekarangan rumah. Ada empat pohon jambu yang mengelilingi rumah. Dan semua pohon jambu berasal dari satu induk pohon.

Induk pohon inilah yang biasa aku gunakan sebagai tempat bermain karena pohonnya paling besar. Batang pohonnya kuat dan kokoh, penuh dengan cabang dan rerimbun dedaunan. Anak-anak pohon jambu yang lain adalah hasil cangkokan yang di cangkok lalu di tanam oleh ibu.

Jika musim buah tiba, yang hampir tidak mengenal waktu karena selalu berbuah. Aku ingat sekali, saat buah-buah jambu berwarna merah aku petik dan kumpulkan,ibu biasanya telah siap dengan sambal rujaknya. Kecap, gula, dan cabai…wuih sangat menggoda kawan.

Kini, pohon jambu indukan itu sudah tidak ada lagi, terakhir aku ingat pohon jambu itu hanya menyisakan sebuah batang kekar yang kering. Namun pohon jambu itu masih memiliki tiga anak pohon yang masih berdiri di pekarangan rumah. Bukan itu saja, tiga anak pphon itu juga memiliki saudara di sekolah SD ku dulu. Adalah suatu hari guru menyuruh kami anak murid untuk membawa tanaman untuk ditanam di sekolah. Dan kebetulan ibu sedang mencangkok pohon jambu indukan di rumah, alhasil pohon jambu cangkokan yang aku bawa. Anak pohon jambu itu juga masih hidup sampai sekarang. Informasi itu aku dapat dari Pak Agus guru Bahasa Indonesiaku.

Semoga anak-anak pohon jambu itu sampai sekarang bisa bermanfaat buat orang-orang. Baik itu buahnya, atau di jadikan tempat bernaung anak-anak sekolah saat istirahat menyantap bekal mereka. Jika mendatangkan manfaat, inshaallah ibu yang menanam dan mencangkok anakan pohon jambu itu mendapat pahalanya. Yang pasti pohon-pohon jambu anakan itu sedang bertasbih kepada Allah.

Nah, berkaitan dengan rumah pohon dalam cerita Petualangan Air. Aku masih memikirkan konsep cerita, dimanakah rumah pohon akan dibangun. Karena ada dua ide cerita untuk mendirikan rumah pohon. Di pohon jambu samping rumah, atau pohan antah berantah di pinggir danau. Atau mungkin aku akan menggabungkan dua ide, jadi rumah pohon di bangun di atas pohon jambu yang terletak di pinggir danau. Sound its good😉

3 thoughts on “Pohon Jambu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s