Petualangan Air * Rumah Pohon #3

Nafas dan degub jantungku saling memburu. Aku dan Bat bersembunyi di balik semak dekat tanah lapang. Masih terdengar lolongan gila si anjing hitam penjaga rumah pohon, yah..begitulah aku menyebutnya. Sebenarnya kami bisa saja langsung kabur pulang ke rumah, tapi tungganganku, sepedaku ketinggalan di balik pagar dekat rumah pohon.

Bat, bagaimana ini? Belalang tempurku ketinggalan!!

Lalu Bat menjawab dengan polos, menyempatkan singgah ke dunia imajinasinya setelah mendengar kata belalang tempur. Dan aku tidak bisa menolak, karena kami sama gilanya. Menggilai Satria Baja Hitam.

Air, anjing hitam itu adalah monster yang harus kita tumpas. Kita harus siapkan rencana”.

“apa rencananya?”

“aku juga belum tau Air!”.

Nafas kami masih memburu, berdebat panjang tentang rencana penyelamatan, mulai dari khayalan berubah menjadi RX Bio yang bisa berlari cepat dan menyelamatkan belalang tempur sampai kembali ke realita dengan rencana memanggil ayahku untuk mengambilkan sepedaku.

“Hei…ini sepeda kalian??”

Hei, tiba-tiba muncul seorang perempuan yang memakai baju sepanjang sampai paha. Kulitnya berwarna coklat, berambut hitam legam seleher, dan bermata bulat. Dia membawakan sepedaku. Apakah dia salah seorang Sailor Moon?

“Anjing itu milikku, dan itu adalah rumah pohonku. Tenang saja, Siro terikat di pohon, tapi apa yang kalian lakukan di sekitar istanaku?”.

Kami masih terbengong, dan bukan, dia bukan Sailor Moon. Sailor Moon tidak punya anjing, tapi punya kucing. Bat langsung keluar melompat dari semak belukar dan mengulurkan tangan lalu bak Peter Pan dan berkata

“Hallooo… Namaku Batara, panggil aku Bat. Dan dia..

Bat menunjukku masih dengan sok gagah makin menjadi ditambah dadanya semakin membusung.

Dia adalah sahabatku, namanya Air. Kebetulan kami tadi sedang berpetualang lalu melihat sebuah yang kau bilang istana, dan aku bilang itu adalah markas yang hebat”

“Namaku Yufi..”

Gadis itu mengulurkan tangannya untuk berjabat. Belum sampai untu bersalaman, tak mau kalah sama bat, akupun ikut melompat gagah dari balik semak bagai Robin Hood yang mencuri jabat dari Peter Pan, demi kemaslahatan masyarakat miskin.

“Hai namaku Air!” sambil langsung menjabat tangan Yufi.

Lalu Bat mengambil alih lagi, tapi tanganku belum lepas.

“Air, dia sudah tau namamu, kan aku sudah mengenalkanmu tadi!!

Aku mengabaikan Bat. Menghentikan pertikaian janggal, lalu Yufi berkata.

” Kalian mau main ke rumah pohonku??? “.

Kami terdiam, langsung saling menatap. Layaknya bisa bertelepati. Dari sebuah tatapan, aku dan Bat bisa langsung saling mengerti. Mungkin karena kami sama-sama “gila”. Gila petualangan..

Bersambung..

One thought on “Petualangan Air * Rumah Pohon #3”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s