Petualangan Air * Rumah Pohon #2

Aku tinggal di sebuah desa kecil yang jauh dari peradaban kota. Desa yang dipagari oleh barisan pegunungan, dengan alam yang indah dimana sebagian besar masih dihiasi hutan-hutan lebat. Desa yang memiliki danau yang menjadi inspirasi bagi ayah sehingga memberi nama ‘Air’ padaku. Danau ini sudah menjadi bagian dariku. Katakanlah Aku Air adalah danau, dan danau adalah aku, Air.

Sore yang cerah, aku dan Bat sudah melaju memburu dan menggandeng angin. Berboncengan dengan sepedaku si belalang tempur, kami menjelajah desa kecilku ini. Selalu ada yang baru yang kami temui, selalu ada imajinasi yang meletup-letup.

Sore ini misi kami mencari inspirasi tempat apa yang akan kami tinggali sebagai markas. Sinar matahari sore ini begitu hangat melahirkan buliran keringat yang keluar dari tubuh kecil kami yang dekil.

AIR, BERHENTI CES!”

Aku kaget dan langsung mengerem sepeda saat bat memukul pundakku dengan keras. Aku berbalik dan menghardik bat.

“BAT..SAKIT TAHU, KAU ITU KALO NYURUH BERHENTI YANG BENER DONK!!”

Saat aku marah-marah Bat tidak menghiraukan ratapanku. Pandangannya terfokus ke tempat lain. Matanya terbelalak kagum seperti melihat Satria Baja Hitam di depannya. Bulu kudukku bergidik saat ikut mengalihkan pandangan ke arah bat melihat. Kami terdiam..kagum, diam, haru dan diam………..; masih terus terpana, terbata-bata Bat berkata.

Air kawanku, kau lihat itu ces?”

“Ya..!”

Aku menjawab sekenanya, tanpa perlu dijelaskan yang ada dalam pikiran kami pasti se-iya se-kata. Inilah yang kami cari, ya inilah yang kami cari.

Kau pasti sudah bisa menebak kawan. Ya..kami bak melihat sebuah istana di atas pohon. Rumah pohon yang megah, buat kami anak-anak dekil dengan imajinasi selangit.

Rumah pohon itu berdiri di atas pohon jambu yang tidak tinggi tapi rimbun yang dikelilingi oleh pohon-pohon buah yang menjulang lebat disekitarnya. Rumah pohon itu berada di sebuah halaman rumah yang luas. Rasa ingin tau kami yang besar membuat kaki kami berjalan sendiri tanpa perintah dari otak. Terhipnotis mengendap-ngendap menembus pagar tanaman yang rimbun. Semakin mendekat sesuka kaki kami dan

“Brakk..!!”

Bat menginjak sebuah pot bunga dan memecahkannya. Kami kaget dan bertambah kaget setengah mati saat mendengar lolongan anjing hitam berbadan besar.

“GUKKK…GUKK..GUKK..ARGG”

Kami melihat sekilat ke arah rumah pohon, ternyata ada anjing di bawah pohon jambu itu. Kembali tanpa perintah dari otak, kaki berlari sekehendaknya. Kami lari tunggang langgang seperti maling yang di kejar orang sekampung. Berpacu berdua seperti berlomba, aku berteriak

“BATTTT…SEPEDAKU KETINGGALAN!!!

Bat seperti tidak mendengar teriakanku karena panik. Dia malah berlari semakin kencang meninggalkanku.

“BATAKOOOO!!!”

Bersambung…..

Note : ditulis saat nungkrung sendiri di starmart samping kantor.

2 thoughts on “Petualangan Air * Rumah Pohon #2”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s