Kemerdekaan Pers

Menjadi seorang jurnalis? Hmm…tidak terfikir sebelumnya. Sampai tiba-tiba, “titel” jurnalis melekat di dada saya. Memang sejak dulu saya senang menulis, tapi sama sekali tidak ada niat untuk menjadi seorang jurnalis. Dalam tulis menulis saya hanya punya cita-cita untuk membuat sebuah karya yang berwujud buku. Buku dengan genre humanis picisan. Tsahh..

Nanya-nanya di om Google. Dapat beberapa referensi tentang kemerdekaan pers yang dibungkus di dalam undang-undang pers

Dengan adanya UU Pers bagi saya menjadi suatu kehormatan bagaimana kemerdekaan pers itu dilangitkan. Namun tidak mudah jika kemerdekaan itu disalahgunakan atau disusupi oleh kepentingan-kepentingan yang bisa merusak idealisme seorang jurnalis.

Lalu saat “titel” itu melekat di dada, terus mau diapakan? *diorama ambigu.

source image from here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s