Petualangan Air #Markas

Sepeda BMX warna merah adalah tunggangan sejatiku. Aku menjulukinya belalang tempur. Tak lupa aku tambahkan dua antena di depan kepala sepedaku layaknya belalang tempurnya Satria Baja Hitam RX. Aku sangat mengidolakannya. Kalau sudah bercerita tentang tokoh idolaku itu. Takkan ada habisnya.

Belalang tempurku melaju kencang menembus angin. Aku menjadi Satria Baja Hitam. Tapi aku membonceng si Bat. Dan dia aku beri peran monster.

“PLETTAKK!!#$@”

Si monster mendaratkan Jitakkan maut ke kepalaku.

“Enak saja kau Air. masak aku jadi monster. Aku juga Satria Baja Hitam lah.. aku RX Robo dan kau RX Bio. Bagaimana ces?

“Emm… ok lah Bat, daripada benjol”

Kami berdua tertawa. Bat sama seperti aku, sangat fanatik dengan Satria Baja Hitam. Tapi dia mengidolakan pahlawan itu setengah mati. Bahkan seperti mendewakannya. Bisa dibilang itu agama keduanya.

Sebelum ke markas baru. Kami melakukan ritual wajib. Kami mengumpulkan harta karun berupa butiran-butiran permata ruby berwarna kuning dan merah. Nama kerennya adalah Kersen. Adalah buah-buah kecil nan lezat yang pohonnya bisa tumbuh di mana saja. Pohon kersen kekuasaan kami ada di samping Gereja. Ada 4 pohon berjejer rapi dengan tinggi yang berbeda. Dan pohon tertinggi adalah pohon yang paling banyak buahnya. Pilihan hari ini adalah pohon tertinggi. Dengan sigap kami naik seperti monyet kecil. Melompat seperti tupai, bergantung tanpa rasa takut. Rival utama kami adalah burung-burung kecil yang bergerilya. Burung-burung kecil itu pasti benci sekali kepada kami karena kami selalu mengalahkan mereka.

Kantong celana kami sudah penuh dengan buah kersen matang. Depan, belakang penuh. Kami turun dengan penuh kemenangan. Kami kaya raya, sampai-sampai beberapa buah pecah di celana.

Perjalanan kami lanjutkan, sampai kami tiba di suatu tempat kosong berbentuk rumah. Itu adalah posyandu, hanya digunakan saat hari Minggu saat ada imunisasi. Aku pernah ke sini ikut ibu mengantar adikku imunisasi. Dari luar pagar aku memandangi posyandu.

“Bat, ini markas baru yang kau bilang?”

“Iyo ces,ini dia. Megah bukan?”

“Gila kau, dari mana kita masuk? Pintu ruangan posyandu itu di kunci bat. atau maksudmu teras posyandu itu markas baru kita? Bah…!!!”.

“Bukan Air… teras posyandu itu adalah pintu masuk kita ke dalam markas”.

“Maksudmu??”

“Ah..sudah jangan banyak tanya kau. Ikut aku!”.

Setelah ku sembunyikan sepedaku di semak, kami memanjat pagar posyandu dengan hati-hati agar tidak ketahuan. Mengendap-ngendap sebagai penyusup kecil. Sampailah kami di teras posyandu.

“Mana pintu masuknya bat?”.

“Lihat ke atasmu Air!”.

Saat aku melihat ke atas, asbes yang membatasi atap seng agar tidak panas ada bagian yang tidak tertutupi. Dan tepat di atas kepala kami.

“Itu maksudmu Bat?”.

“Yup,ayo naik!”.

Bersambung….

Posted from WordPress for Android

6 thoughts on “Petualangan Air #Markas”

    1. Owh… Air maksudnya. Itu hanya tokoh fiktif yang dibuat oleh penulis. adapun cerita di dalamnya adalah sebagian besar yang pernah dialami oleh penulis pada masa kecilnya. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s