Inspirasi Hujan

Dari kamarnya, dia berjalan menuju teras depan kamarnya di tingkat dua. berdiri terdiam di sore yang syahdu. Dia tengadahkan kepalanya, memandang tajam ke atas langit. Sore itu mendung…

Tiba-tiba dia berlari masuk ke dalam kamarnya. bergegas mencari sesuatu. Dia mencari buku dan pena di meja kerjanya yang berantakan. Kemudian mengangkat meja tulisnya keluar teras, juga bangku. diletakkan buku dan penanya di atas meja tulisnya. Dia berlari bergegas kembali menuju dapur rumahnya untuk menyeduh kopi hitam kesukaannya. Perlahan namun cepat dia berhati-hati membawa kopi panasnya. “hampir datang ” katanya.

Dia sudah siap dengan semua. Buku, pena, kopi. Kemudian dia duduk, kembali melihat langit dan berkata “hampir datang! “. Tak berapa lama kemudian, hujan turun. rintik gerimis gemericik menyapa bumi menyusul hujan deras mengikuti. “akhirnya kau datang juga hujan, akhirnya kau datang inspirasiku”. Di seruputnya kopi panas, di buka lembaran kosong pada bukunya, dan mulailah dia menulis. mengalir syahdu penuh inspirasi bak air hujan yang terus mengalir ke perpaduan. Diam, senyap penuh keheningan selain suara hujan berceloteh, maka lahirlah karya dari tangannya lewat inspirasinya. Inspirasi hujan. amboi benar…

3 thoughts on “Inspirasi Hujan”

    1. whaa…gokil masa itu bro. sampe ad tornado. hahaha
      kl g ad km mungkin ane g jago maen basket nya bro * emang gw jago gitu? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s