Khayalan tengah malam si pejalan

Berawal dari buku ini “Edensor”. salah satu masterpiece dari seorang penulis fenomenal, bang Andrea Hirata (sok akrab), yang telah meracuni pikiran dan prilakuku menjadi seorang pemimpi dan menjadi seorang yang makin mencintai bumi Allah ini untuk bisa berpetualang menapakinya. Saya tidak akan bosan untuk membaca buku ini berulang kali. Diantara ke empat buku beliau, saya paling suka pada buku ini. Di dalamnya terdapat cerita tentang Ikal dan Arai yang melakukan perjalanan ala backpacker mengelilingi hampir semua Benua Eropa hingga ke bagian Benua Afrika dengan satu tujuan, untuk mencari si pujaan hati Ikal yaitu Aling. Sampai suatu ketika tanpa di sengaja, Ikal akhirnya menemukan tempat yang sangat indah yang selama ini hanya dilihatnya dari gambar dan selama ini Ikal idam-idamkan di dalam lubuk hatinya, yaitu Edensor. Sebuah desa yang sangat indah dengan lautan karpet hijau membentang, dan pancang bangunan-bangunan tua Eropa berjejer rapi mengelilingi. Sungai-sungai kecil yang mengalir di sepanjang dengan berhias pohon-pohon rimbun nan anggun dan yang paling utama adalah sebuah menara tinggi sebuah gereja sebagai tonggak kemegahan desa itu. berikut penggalan perkataan Ikal dalam cerita novel ini.

“Rumah² penduduk berselang-seling diantara jerejak anggur yang terlantar dan jalan setapak yang berkelok-kelok. Aku terpana dilanda de javu melihat hamparan desa yang menawan. Aku merasa kenal dengan gerbang desa berukir ayam jantan itu, dengan pohon-pohon wilau di pekarangan itu, dengan bangku² batu itu, dengan jajaran bunga daffodil dan astuaria di pagar peternakan itu. Aku seakan menembus lorong waktu dan terlempar  ke sebuah negri khayalan yang telah lama hidup dalam kalbuku”.

Membuat saya berkhayal di tengah malam ini. yang  mungkin juga menjadi suatu mimpi jika saja suatu saat bisa menjadi kenyataan dan benar-benar terjadi *sebenarnya sangat ngarep sih. Siapa sih yang nggak mau ke tempat seindah ini???. Khayalan yang “mungkin” konyol itu adalah sekuel film Edensor ini akan di buat. Dan syuting film ini akan di lakukan di sebagian Benua Eropa dan Afrika. namun ada kendala yang sangat vital, yaitu mencari pemeran utama yang akan menemani Ikal berpetualang yang di perankan oleh Bang Lukman Sardi (sok akrab lagi ^^), yaitu pemeran Arai. Sebenarnya di film Sang Pemimpi, tokoh Arai diperankan oleh Nazril Irham yang dikenal sebagai Aril vokalis band Peter Pan. Namun karena Aril terkena kasus pornografi terkait perkara video porno yang “diduga” di perankan aril, maka akan di cari pengganti pemeran Arai melalui proses audisi.

Nahh…di sinilah khayalan makin konyol dan terus berlanjut. Ikutlah saya audisi mencari pemeran Arai untuk bermain di film Edensor nanti. Audisi dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, kemudian saya ikut audisi yang dilakukan di kota Jogjakarta. Karena begitu nafsunya saya untuk bisa menang dan menjadi pengisi tokoh Arai, kemudian panitia karena kasihan, akhirnya saya menang sebagai perwakilan dari kota Jogjakarta. Sampai ketika semua pemenang dari semua kota di kumpulkan di Ibukota untuk dilakukan tahap final. cerita punya cerita…. nggak tau ada angin apa. Tiba-tiba Bang Andera Hirata dan Lukman Sardi yang menjadi juri dalam audisi final ini ingin memilih saya sebagai pemeran Arai tanpa harus melalui tahap final karena mereka yakin kalau sayalah orang yang pas memerankan karakter Arai. Namun saya jawab dengan bijak “Bang Andera dan bang Lukman, walo mimpi saya telah kalian peluk, tapi saya harus sportif untuk melalui tahap final lebih dulu”. *hehe… cerita punya cerita lagi eh,,beberapa finalis tiba-tiba mengundurkan diri dan beberapa lainnya sakit tidak bisa hadir . Akhirnya hanya tersisa saya seorang,dan terpilihlah saya sebagai pemeran Arai. *_* haha…

Begitulah akhirnya… khayalan saya yang tadinya mimpi menjadi kenyataan. akhirnya saya bisa ke Desa Edensor dan menghirup sari pati hidup. menghirup udara bersih, membasuh muka di pinggir sungai dengan sejuknya air, berteduh di bawah pohon yang rimbun beralaskan rumput hijau nan empuk. sengatan mentari yang bersahaja, kemudian saya merebahkan badan sambil memandangi bersihnya langit biru tanpa awan dan tanpa sadar saya tertidur lelap. huwaaaaaa…..!!!! sahurrr vannnnn…..sahurrrr.

Siapa tau khayalan konyol saya suatu saat bisa jadi kenyataan, maka saya tampilkan di blog celoteh jurnalistik ini gambar-gambar Desa Edensor yang saya culik dari Om Google.

Dan jika ingin tau lebih tentang desa indah ini silahkan ke sini

4 thoughts on “Khayalan tengah malam si pejalan”

  1. benar-benar sebuah khayalan tengah malam yang “hampir sempurna” (maap, soalnya gak ada yang sempurna di dunia ini.. hehehe…. maafkan daku jikalau salah). saya hampir saja berpikir kalau kejadian di atas itu adalah nyata dan benar-benar terjadi pada dirimu. but who knows bro? di dunia ini, mimpi bisa saja jadi kenyataan dan akan menjadi suatu “moment langka” yang akan selalu menghiasi setiap perjalanan hidup seorang pemimpi. (Note : sebagai perumpamaan saja yang mungkin semua orang sudah tahu, pada zaman batu, siapa yang pernah menyangka kalau akan ada kecanggihan tekhnologi di masa datang? dulu itu, semuanya hanya mimpi atau bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh makhluk yang bernama manusia. tapi toh, sekarang sudah terbukti kalau semua bisa jadi kenyataan). Asal mimpinya jangan muluk-muluk saja hehehe… dan pastinya jangan kelamaan terlena dengan mimpi sehingga tidak ada keinginan untuk terjaga dan mewujudkannya bro. Good Luck… zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz……………..

    1. mbaca comment ente, buat ane kembali tergelitik untuk membaca postingan ini. emang khayalan rada edan sih… tapi siapa yang tau iya kan? hohoho…
      tq ma bro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s