Warungku, Rumahku

Warungku adalah rumahku… sempit tapi nyaman. Saat sepi ,temanku adalah koran dan sebuah televisi mungil dengan gambarnya yang  hitam putih. Ketika aku lelah dan pegal duduk menunggu pembeli, kuluruskan kaki selonjor yang hanya pas sampai pembatas ruang dinding.

Di depan istanaku ini aku pasang papan yang bertuliskan “Pemulung Dilarang Masuk”. Bagiku tulisan itu sangat kontras dengan keadaanku, tetapi aku sudah lumrah. Kontras karena ternyata Bapakku adalah seorang pemulung. Papan tulisan itu dicabut oleh bapakku dari sebuah kompleks mewah ketika dia bekerja yang kemudian dibawanya pulang dan akhirnya dipasang di depan pintu warung. Kalau tidak salah pagi tadi sebelum beliau berangkat kerja, beliau mengatakan kalau dia akan membawa pulang papan bertuliskan “Awas Ada Anjing Galak”.

P.S : Cerita Batara Photo. bagaimana dengan ceritamu? give ur story comment plz ^^

One thought on “Warungku, Rumahku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s