Senyum Purnama

Malam itu kita bertemu di Jogjakarta

Kala sang rembulan tengah menunjukkan keanggunannya

Pertemuan kita memang tak lama, karena aku ingin menjaga

Aku melihat perawakanmu yang bersahaja dan tak banyak bicara

Kemudian kau tersenyum tersinar bulan bercahaya

Seperti terasa telah mewakili semua hal akan makna

Termaktub asa, cita-cita, dan juga cinta

Dan malam itu, senyumanmu adalah Senyum Purnama


nb : Tulisan atau puisi ini ku dedikasikan kepada seorang sahabat saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. Adapun tulisan/ puisi ini terangkai oleh curahan sang sahabat, juga saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. co cweetttt ^_^

5 thoughts on “Senyum Purnama”

  1. tjah!…puitis kali ko van…bagus ces…kalo saya mi orang yg ko kasi puisi ini, besarmi kepalaku seperti diameternya bulan purnama!
    *keburrrrr!*

    jiah… cuma sok puitis kok ni, hehe.

  2. puisinya menarik sekali..lagi jatuh cinta ya mas??

    puisi ini saya buat dan saya berikan kepada teman saya yang lagi jatuh cinta mas. hehe *bukan saya ^_^

  3. ckckckckck….baru dong sama ni puisi…
    *sepaket ma puisinya adik kah?

    hakhakhak…

    terdirect sepaket yhan, or puisinya adik inspired by Senyum Purnama. hehehe🙂

  4. ckckck kayaknya ada yg lagi kasmaran nih…hehehehe😀

    “Bingung mau ngapain biar g terus2an teringat dia. hate this feeling *sigh”

    hahaha…. sekrang udah bisa d redam kok bro. n puisi ini g ada hubunganya ma status gw yang itu. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s