Apa kabar cuaca?

Berikut adalah beberapa cuplikan “keluhan” yang saya ambil dari status comment teman-teman saya di situs jejaring sosial yang menurut saya lucu. hihi.

Comments status ini saya ambil saat Jogja dan beberapa kota lain dilanda panas beberapa hari kemaren : “Urghhh…. hari ini kok panas banget sehh!!!”, “sumpah, Jogja panas gila!”, “Sumuk tenannn ee…”, “otak ku panas di tambah cuaca yang panas”, gila, udah panas kena macet pula. Jakarta….Jakarta”. (dan beberapa comment keluhan yang senada bout weather.

Nah…comment berikut saya ambil saat Jogja dilanda hujan dua hari ini (masih tetap mengeluh *sigh, dan lucuna comment ini datangnya dari orang-orang yang mengeluh saat cuaca panas). berikut commentnya : “Kemaren panas, sekarang hujan g berenti-berenti”, “huaaaaa…. ujannnn. hiks2” , dan beberapa coment lainnya yang senada *kek lagu aja senada.

Merasa aneh aja melihat orang-orang yang mengeluh pada cuaca ini, sepengetahun saya Islam melarang orang mengeluh terhadapa cuaca, karena secara tidak langsung mempunyai benang merah pada sang maha pengatur cuaca. kl mo di logikan betul juga sih.  Allah Sang Maha Kuasa mengatur cuaca. panas, dingin, hujan. Dan ketika anda mengeluh dan mempunyai rasa dongkol maka secara tidak langsung anda marah kepada sang Khalik (“tapi agama g bisa pake logika bro…!”). Lantas apa dengan mengeluh kemudian keadaan bisa berubah? *its yours

Mungkin solusi yang bisa sedikit membantu dari kebiasan mengeluh adalah membandingkan keadaan anda dengan orang lain di luar sana. Contohnya : Saat anda mengeluh akan panasnya cuaca, mengapa anda tidak membandingkan diri anda dengan anak-anak jalanan di luar sana yang berpanas-panasan di lampu merah demi mendapat sekeping receh untuk makan, walopun kelihatannya anak jalanan itu adalah aktor-aktor besar yang layak mendapat piala Oscar karena acting mereka saat meminta-minta kepada pengendara di lampu merah dengan mimik super sedih mereka. Namun itu semua mereka lakukan agar mendapatkan gaji jatah makan dari bos yang mengorganisir mereka. Dibandingkan anda yang mengeluh tapi anda berada di dalam kamar anda yang teduh, ditemani angin sepoi2 dari hembusan kipas angin ataupun sejuknya AC kamar anda. Bukankah sebaiknya bersyukur daripada mengeluh? *it’s yours

nb :

  • Apakah dengan mengeluh bisa merubah keadaan anda? jika jawabannya “YA” maka saran saya teruslah mengeluh. Dan jika berhasil tolong beritahukan kepada saya. Karena saya akan berada pada barisan depan. Jika jawabannya “TIDAK”. maka cobalah untuk bersyukur atas apa yang diberikan sekarang ini.
  • Just ma opinian.

18 thoughts on “Apa kabar cuaca?”

  1. Hmmmmmm…..”ketika anda mengeluh dan mempunyai rasa dongkol maka secara tidak langsung anda marah kepada Sang Khalik”…
    gw salah satunya….bahkan bukan hanya sebatas pada cuaca, keluh selalu saja tanpa sadar terlontar dari bibir ini. Astaghfirullah…..Thax udah “ngungkit” masalah ini. Keluh kesah tentu tidak pernah membuahkan hasil. Thx udah mengingatkan dan menyadarkan.

  2. Setuju! *berpikir apa saya sering berkeluh😀

    Itu baru topik cuaca kak, belum yang lain..

    Mungkin karena pertanyaan jejaring sosialx “what’s on your mind?”🙂. N d answer is what’s in my mind.. Semoga niatnya bukan mengeluh🙂

  3. @ Bun Rita : berarti jawaban pertanyaan saya “tidak” ya bun? hehe.
    kecuali keluh kesah itu kita tumpahkan pada orang-orang terdekat wat di share for find da solution.

    @ kie : o iya kie, tambahan nih. Harus kita bedakan antara mengeluh dan memberitakan. mis bout cuaca yang panas.
    mengeluh : “adede…. mapellax (panas) deh!!”
    memberitakan : “Anu..hari ini mapella le’.” ^^

  4. Halo Van, aku suka sekali artikelmu kali ini, walaupun aku sendiri juga suka mengeluh soal cuaca disini yang dinginnya minta ampun. Tapi seperti yang kamu bilang Van, lama kelamaan aku pikir mengeluh kan ngga bisa menyelesaikan masalah, jadi nikmati sajalah. Aku inget kata2 ex boss ku waktu kerja dulu, karena nak buahnya kebanyakan ibu2 dan cewek2 dan pada suka nangis kalo lagi ada masalah, bossku itu suka bilang gini,” kalau dengan menangis bisa menyelesaikan masalah…..marilah kita menangis ber-sama2 “……he….he….he…

  5. @ Mas Bair : mana AC nya mas. hehe

    @ Bu Vonny : yup bu Vonny, ini baru dari sudut pandang cuaca, belum keluhan2 lainnya. hehe. kl nangis mungkin suatu luapan emosi yang tak terbendung. stress yang di akibatkan ‘merasa’ tidak bisa menyelesaikan sesuatu di luar batas kemampuannya.

  6. manusia emang ga ada puasnya ya… kemarin panas minta hujan pas hujan minta panas lagi… hehehe, (kayak saya, pada saat2 tertentu, misalnya baru aja menjemur pakaian sebentar di teriknya panas matahari, tapi tiba2 hujan… hehehe…. disyukurin aja, pasti ada hikmahnya kok….)

  7. @ Yayat :yo i coy, ko angkat ji jemuranku yat? hehe

    @ Mrs.Tessa : wah asyik bnget tuh… jadi kerasa bakcpacking-nya. hehe

  8. kalo ngomongin cuaca emang erat hubungannya sama yang namanya jemuran ya..heeheee…begitu cucian dijemur dan kita tinggal kerja ternyata cuaca mendung dan hujan…
    ato suhu udara yang ga nyaman…panas, gerah…dan ujung-ujungnya kita mengeluh..”aduh panas nya”. ya daripada mengeluh aja kan mending kita berbuat sesuatu biar ga kepanasan.. kipas-kipas ato masuk ke ruang ATM yang sejuk…heheheee…
    sip sip… jawaban saya juga “TIDAK” tapi saya termasuk orang yang sering mengeluh… jadi malu…


  9. @ Azee : wew, keren juga tuh solusi masuk ke ruang ATM kl di kamar or rumah ndiri gerah g ada AC. trus bawa bantal ma guling wat tidur siang. di pintu ATM di pasang tulisan “ATM RUSAK”. hahaha ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s