Great Adventure of South Africa #6

Wuih…serasa kagak mau ninggalin Kota Kysna nih. Soalnya belum puas akan lagooonnya. But..this morning dihari yang ke enam, life must go on.. hari ini after breakfast kami harus terbang menuju Mabula Game Lodge untuk menginap semalam di sana artinya kita harus menginap di tengah hutan di Afrika. Untuk apa? Tentunya untuk bertemu para kawanan binatang penghuni rimba Afrika.

Pagi ini saya dan tim harus terbang untuk pindah ke kota lain. Kali ini kami akan menuju kota persinggahan terakhir kami yaitu Johanesberg. But not for the end of these episode. Karena dari Johanesburg kita akan menuju ke Mabula Game Lodge, adalah suatu kawasan hutan yang luasnya ratusan hektar yang di huni oleh para kawanan binatang Afrika yang terlingkupi oleh rantai makanan mereka. Afrika memiliki beberapa hewan kebanggaan mereka yang dinamakan dengan sebutan BIG FIVE. Hewan-hewan tersebut adalah singa, gajah, banteng, badak, dan macan. Hewan-hewan ini juga dijadikan simbol pada beberapa mata uang koin afrika.

img_0807 img_0806 img_0811

Setelah tiba di bandara keberangkatan, kami harus berpisah dengan guide kesayangan kami si Vincent yang telah menemani selama setengah perjalanan tur, pindah dari satu kota ke kota lain dengan panduan vincent. Tapi kini kami harus mengucapkan salam perpisahan. Sedih rasanya, sedih karena akhirnya saya harus mengeluarkan isi dompet untuk memberikan uang tips kepada Vincent dan supir. Hiks…. (lo kagak ikhlas ne van???)

Anyywaay..sekitar pertengahan siang pesawat yang kami tumpangi sudah landing, seperti biasa di bandara kami harus melewati checkin pasport. Tidak bergitu lama, semua rombongan keluar dan kami sudah di tunggu oleh guide local yang baru bersama supirnya (wuih, tips lage nih). Nama guide local itu Jane yang juga sudah berumur separuh baya sep Vincent, kalo di Indo sih mereka sudah harus pensiun dan menikmati masa tua mereka, tapi di sini mereka masih diberdayakan.

Ok, seb menuju tujuan inti, seperti biasa kami harus singgah untuk mengisi tenaga. Yup, makan siang, dan sekali lagi di Restoran China. Yang uniknya saat sehabis makan di Resto Cina saya menuju mini market yang juga milik orang cina. Saat saya masuk betapa terkejutnya saya saat saya melihat sesuatu yang sangat familiar. Saya melihat Indomie di jual di sana. Wew…yang akhirnya saya membeli dua bungkus dengan harga 9000 rupiah (satunya 4.500) mahal ya.

Perjalanan kita lanjutkan, lumayan lelah juga karena waktu banyak habis duduk di bangku bis. Sampailah saya di Mabula tepat sore hari. Saat pertama datang kami disambut oleh 2 orang penabuh drum dan lantunan musik ala afrika yang lebih mirip orang yang sedang berteriak-teriak tapi berirama. Hehe kami juga mendapat jus jeruk sebagai suguhan minuman selamat dating. Karena ini pemandangan asing..tentunya momen foto2 tidak ingin dilewatkan, saya juga sempat berfoto mamaninkan tabuhan gendang.

Ternyata, setelah penyambutan di hotel di mabula, kita tidak langsung istirahat di kamar, tapi kita harus langsung bertualang di hutan pada sore hari untuk melihat para kawanan binatang Afrika, dan buruan kita adalah hewan-hewan yang di kenal dengan sebutan big five.

img_0838 img_0840 img_0844

Kami di pandu oleh guide lucu bernama sammy, yang sangat senang bertanya kepada kami dengan nada berteriak “are u happy ma guest?” saat kami mengatakan “yes” dengan serentak maka ia akan menyahut “thank u ma guest, thank u”. pertanyaan itu selalu ia ajukan saat jika kami bertemu dengan kawanan binatang yang tampaknya sudah sangat mengenal si Sammy. Sore hari ini, kami tidak mendapat banyak buruan binatang, hanya dua ekor singa betina dari kalangan big five. Mobil thunder terus melaju di sore itu, udaranya juga dingin karena laju mobil terbuka yang kami tumpangi. Hari menjelang malam, kami harus kembali ke Lodge untuk makan malam dan beristirahat.

Saat setelah tiba, hari telah gelap. Api-api unggun telah menyala di sekitar lodge. Dan makan malam telah siap di hidangkan untuk di santap. Kami makan malam di area terbuka dengan beratapkan langit yang dihiasai gemilang ribuan bintang. Di setiap meja makan telah berjejer lilin-lilin yang menerangi, juga api unggun yang telah menyala sebagai pengahangat suasana di malam itu. Tak berapa lama saat kami sedang makan, ternyata ada pertunjukan tarian dari suku afrika. Tarian yang menarik dengan hentakan-hentakan keras ke bumi yang bersemangat mengiringi dentuman pukulan gendang dan teriak-teriakan seperti teriakan para suku Indian yang sedang akan perang.

img_0873 img_0876

Waktu menunjukan hampir pukul sembilan malam, semua harus istirahat. Mba novi membagikan kunci kamar kami masing-masing dan juga Autan untuk menghindari nyamuk-nyamuk hutan yang kabarnya sebesar gaban. semua harus tidur nyenyak karena besok kita akan berkeliling park lagi untuk hunting kawanan big five, yang dijanjikan Sammy. Will see…

3 thoughts on “Great Adventure of South Africa #6”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s