Great Adventure of South Africa #4

Masuk hari ke empat di South Africa tepatnya di Lagon Beach hotel di Kota Cape Town. Seperti hari kemaren, aktivitas pagi kami mulai dengan sarapan pagi, namun hari ini saya dan rombongan harus check out dari hotel untuk berpindah kota. Yaitu kota Outdshronn, perjalanan yang ditempuh sekitar 5 jam. Jadi saat berangkat jam 8 pagi kami akan tiba di sana jam 2 siang.

“Ok guys, before we leave da hotel. I remind all of u for ur passport. Don’t forget bout ur passport, cause it’s very important. If u loss ur passport. U will be make our journey is unhappy. Ok guys…?”

begitulah kira-kira warning yang selalu di senandungkan oleh Mba Novi sang tour leader kami. Memang paspor adalah hal terpenting jika anda sedang melakukan perjalanan ke luar negri. Karena paspor berfungsi sebagai ID keberadaan anda ketika berada di negri orang. Sama halnya dengan KTP jika di Indonesia sebagai tanda pengenal dan SIM jika anda berkendaraan. Jika apabila paspor anda hilang segeralah melapor ke Kedutaan Indonesia yang ada di negara yang anda kunjungi.

Jam telah menunjukkan pukul 8 pagi waktu setempat (Di Indonesia jam 1 siang), bus sudah menunggu, baggage bag sudah di masukkan oleh para porter. Semua pasukan lengkap. Kita berangkat. Karena perjalanan di tempuh selama kurang lebih 4 jam untuk persinggahan awal untuk makan siang, untuk menghilangkan kejenuhan selama di bis M Novi mengadakan suatu permainan, yang sebetulnya saya kurang tertarik karena saya lebih prefer for sleep, tapi sudahlah…permainan berlangsung mungkin kurang lebih setengah jam yang serasa setengah abad.

”ok semua, selama perjalanan kita hanya akan toilet stop satu kali saja” mba novi says. Tibalah di toilet stop di sebuah pom bensin ntah di daerah apa, sekalian bus ngisi bahan bakar (kebalikan). Serbu…!!!!

Ngisi bensin di pit stop mana gitu ? (tapi ini bukan bus tour kami) hehehe

Well…perjalanan pun dilanjutkan. Sempat tertunda lama di pom bensin karena bus tour kami sistim outomaticnya rusak dan supirnya mau menelpon bosnya untuk meminta ijin menggunakan sistem manual drive (benar-benar supir yang amanah). Padahal kan kalo inisiatif untuk langsung menggunakan manual kan gpp, untuk kebaikan bersama dan g bakal ngerugiin mobil.

Akhirnya sampai di perhentian transit awal untuk makan sianggggg…. masuk restoran. Orientasi medan. Ndelak-ndelok, nganan ngiri.. (ngpain???) nyari toilettttt…. hahaha.

Kali ini kita makan siang di seafood house di Kota Mosel bay. Sekalian akan mengunjungi Bartholomeus Dias Moseum. Dan museumnya tepat berada di samping resto. Setelah makan siang, Winston beli tiket masuk, tidak beberapa lama kami sudah menjelajah liar di area halaman museum. Tak lain tak bukan untuk dokumentasi dan narsis2an.

Bartho Moseum n Post Office Tree Declare (just klick for large view)

Tepat di depan museum ada Post Office Tree, yaitu sebuah pohon tempat pertama kali sang legenda meninggalkan pesan tentang sejarahnya dia saat pertama menginjakkan kaki di pulau Afrika (jadi teringat iklan si Colombus waktu nemuin benua Amerika), dan konon kabarnya tuh pohon udah berusia ratusan taon. Setelah melihat poon, kita masuk musium dan terlihat megah sebuah kapal layar besar yang kalo kita pernah nonton pilm pirates the caribian or simba’s, nah mirip baget dah tuh kapal. Take arround dan sedikit membosankan..

Perjalanan kami lanjutkan untuk mengunjungi sebuah kebun binatang untuk melihat kawanan binatang afrika..lagi-lagi sedikit membosankan buatku, karena itu saya tidak akan bercerita panjang tentang ini.

Kawanan para hewan (tapi g semua d upload)

Setelah dari tempat ini kami melanjutkan untuk mengunjungi sebuah peternakan burung unta. Nah…kalo kemaren-kemaren kami disibukkan dengan souvenir-souvenir telur burung unta yang sudah dilukis dengan indah dan ditopang oleh kaki-kaki pigura yang menyerupai gading gajah yang harganya berkisar 100 sampai 500 rebu yang diborong para rombongan ibu-ibu yang akan menjadi pajangan di ruang tamu mereka,dan ketika tamu datang dan bertanya

“Ini apa ya Jeng?”

“Owh,itu telur burung Unta yang saya beli waktu saya kemaren liburan ke Afrika!”, jawaban dengan sedikit pamer. hehehe

Kali ini kita akan liat telur benerannya dari yang utuh sampai proses penetasannya dan burung untanya langsung.

Sampai di peternakan, kami di sambut seorang guide benama Sammy 1 asli dari Konggo (sebenarnya namanya bukan Sammy, Sam adalah nama seorang guide lucu di Mabula’s, karena saya lupa jadi saya namakan saja Sammy 1) … orangnya sangat humoris, lucu..heheh. di peternakan kami berkeliling untuk melihat langsung burung unta, telur burung-burung unta yang berserakan di sekitar husbandry. Telur burung unta ini sangat kuat, sampai saya mencoba untuk menginjak dan menaikinya pun tidak bakal pecah. Setelah itu kita berkeliling lagi, dan sampai pada tempat di mana kita bisa menunggangi burung unta yang sudah di persiapkan. Wuih…pengalaman baru menunggangi burung unta. Dan di sana memang ada parade balapan burung unta (kek balapan kuda aja).

Aktifitas di peternakan

Setelah bergumul dengan burung unta bersama guide lucu si Sammy 1, waktu sudah menunjukkan pukul lima lewat dan sudah waktunya makan malam. Busyet….gw mah kagak biasa makan malam jam segini. Biar tau aja ternyata di sana walo udah jam 7 tapi seperti jam 6 lah di Indo. Masih terang. (apa hubungannya dengan topik makan malam pakk???)

After dinner…menenangkan perut sejenak dari makanan yang tidak biasa di perut orang Indonesia. Dengan sajian makanan pembuka berupa bubur sbagai perangsang lapar, salad, menu, utama dan makanan penutup biasanya buah2han or ice cream. Untung saja ada nasi walo sedikit, dan informasi nasi di sana sebesar-sebesar jagung (nasi jagung donk). Weleh……

Nyantai sejenak after dinner

Di taman, sejenak nongkrong bercengkrama bercanda bersama Sammy 1, dia bercerita tentang dirinya dan mengapa datang ke Afrika Selatan, menyenangkan memang saat bisa bertukar cerita. Apalagi dengan orang yang berbeda suku bangsa, dan lebih enaknya pake bahasa Inggris. Sekalian aja gw nyerocos g genah biar bahasa Inggris sedikit terasah gitu. Hehehe.

Aanyway…..kita harus cabut dan checkin di hotel di kota OudShronn. Untuk semalam beristirahat dan besok pagi kita kembali akan pindah hotel, itu artinya kita juga harus check out dari hotel (bakal boring lage di bis) . Inti perjalanan hari ini banyak di habiskan di Jalan dan sedikit membosankan. Hehehe.


4 thoughts on “Great Adventure of South Africa #4”

  1. wah,….

    kayaknya ada kesalahan tu,

    dirimu yang buncit menaiki telur burung unta tapi g pecahh???

    perlu ditanyakan ma tour leadernya neee

    apakah itu fenomena alam?

    wakakakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s