Great Adventure of South Africa #3

Memasuki hari ketiga petualangan, ba’da self healing di Lagoon Beach hotel di kota Cape Town, di hotel yang letaknya tepat di pinggir pantai (nice). Sebelum aktifitas hari ini mengunjungi beberapa tempat, sebelum breakfast saya sebentar menghabiskan waktu di kamar dengan membuat secangkir teh panas kemudian menikmatinya di teras kamar yang kebetulan menghadap ke pantai. Udara dingin pagi itu, membuat teh yang kunikmati begitu nikmat (Alhamdulillah). Burung-burung pantai yang beterbangan menjalankan aktifitas paginya mencari ikan-ikan di luasnya laut dan Indahnya sunrise di pagi hari.

Saya, Hirfan , dan Maman turun ke bawah menuju ruang sarapan hotel. Sampainya di sana ternyata mba Novi udah sarapan duluan bersama Steven seorang tour leader dari Singapore yang ternyata gay (watch out!!). Aaaanywayy…. Teman-teman tur yang lain juga sudah datang untuk sarapan pagi. Makan pagi di hotel bersifat buffet jadi bisa nambah beberapa kalipun selama mampu, dan tersedia berbagai macam sarapan. Tapi hati-hati jika mengambil daging yang telah di slice or udah di cacah-cacah, tanya dulu apakah itu daging babi or bukan? (bagi yang muslim) dan itulah susahnya di negri orang.

Tips : sarapan pagi di hotel biasanya buka dari 7 sampai jam 10 pagi. Jadi selama anda di ruang makan tambahlah sebanyak yang anda mampu, tapi tentunya buang dulu rasa gengsi anda.hehe

Well..setelah makan pagi, karena saya dan gerombolan masih punya waktu sebelum bus take off (halah), saya maen ke pantai dulu untuk menikmati indahnya ciptaan Allah dan tentunya jepret-jepret lagi…

view pantai depan hotel

Foto-foto adalah bagian wajib dalam perjalanan kami, dan pada moment pantai ini telah booming sebuah gaya dalam berfoto yaitu gaya sambil melompat dan saat jepretan jadi kesannya seperti sedang or akan terbang, dan..ehemmm2, sayalah trend setternya (plizz deh).

Ok2…kita harus berangkat, tujuan awal pagi ini adalah Seal Island wat silaturahmi ngeliat kawanan anjing laut. Perjalanan ditempuh kurang lebih 45 menitan lah, tapi dalam perjalanan kita singgah sebentar di camp bay. Untuk apa….? that’s right… for take a unforgotten moment. View pantai yang indah…

Setelah puas berfoto-foto di CampBay , tentunya dengan gaya yang sedang booming saat itu. Kita namakan saja Flying Style. Hehe, Well..perjalanan dilanjutkan sambil mendengarkan celoteh Mba Novi tentang daerah yang akan kami kunjungi.

Sampai dah di Seal Island, teriknya matahari tidak mampu mengalahkan dinginnya pagi itu. Bagian terpenting, malah wajib dalam perjalanan kami ketika singgah atau tiba di suatu tempat, tujuan utama adalah looking for toilets. Serbu…. !!!. Anyway..di dermaga sambil menunggu Kapal Drumbeat yang akan kami tumpangi, terlihat pedagang-pedagang yang serupa dengan pedagang kaki lima kalau di Indonesia dan saya baru bisa berbelanja setelah perjalanan kami melihat kawanan anjing laut.

Dermaga Seal Island

Tampak kapal Drumbeat mendekati dermaga yang berisikan orang-orang yang telah puas bersilaturahmi dengan para seals, dan tibalah giliran kami.

Tampak Anjing Laut yang sedang berjemur

Saat mengarungi laut ombak pagi itu cukup besar sehingga cukup membuat kami gugup dengan kapal yang terombang-ambing menerobos ombak. Ketika sampai kawanan anjing laut itu lebih banyak berjemur karena musim semi, dan sekilas saya dengar dari kapten kapal saat dia berbicara dengan turis lain ia mengatakan bahwa jika musim panas anjing laut itu akan lebih banyak berenang dan mengitari di sekitar kapal, tapi kali ini. Nope…

Puas dengan jeprat-jepret anjing laut,kita kembali ke dermaga. Sampai dermaga disambut oleh iringan musik beberapa orang sambil menadahkan topi kepada semua turis ,sebagai tanda aprreciate (halah, pengamen lah pokoke). Waktu berbelanja pun tiba, dan gw demen ni..coz barang-barangnya bisa bargain. Heheh.

Satu cerita menarik saat saya membeli dua baju dengan tawar-menawar yang alot, dengan bahasa Inggris yang pas-pasan, dan akhirnya saya memenangkan tawar menawar dengan menggunakan teknik belanja di Malioboro. Wow, ternyata teknik ini ampuh juga digunakan di luar negri. Tekhniknya adalah jika kesepakatan harga dari pihak kita tidak dipenuhi, pergi dan tinggalkan pedagang itu sambil mengucapkan terimakasih, saat anda berjalan meninggalkannya hitunglah sampai hitungan ke tiga. Maka…penjual itu akan memanggil anda. Yesssss….hahha, tapi yang gilanya tu orang minta topi gw, ya gw kagak maulah…tapi dia bilang. Becanda kok Mas!! (bahasa Inggrisnya apa ya?)

Setelah puas berbelanja dengan tawar sono sini, akhirnya saya mendapatkan beberapa gantungan kunci sebagai oleh-oleh wat teman-teman di Indo. Well… perjalanan kami lanjutkan. Ditengah perjalanan kami berhenti diwilayah paus view sebentar untuk melihat ikan paus yang berenang bebas di lepas pantai, sayang jauh ikan pausnya dan g bawa binoculars. Ok perjalanan lanjut, Ke mana??? Hehe, LUNCHBREAK (sambil tereakkk). Lokasi makan siang kita adalah sebuah restoran pinggir pantai. Dan menu yang disajikan adalah seafood.

Untung Mba Novi bawa saos ABC. hihi

Selesai makan siang..tujuan selanjutnya adalah kampung para pingguin di Afrika, ternyata di sono ada pingguin juga ya… sebenarnya gw kan mo liat singa (sabar…!), gw ke Afrika or ke Kutub Utara ya..?

Inilah cerita bergambarnya :

beli tiket masuk R25 = 30ribuanlah

Ketemu dah ma pingos aprika gi berjemur

Kawasan Tinggal Para pingo

Setelah say bye with pingos, perjalanan kami lanjutkan menuju Cape Point dan Cape of Good Hope yang kita kenal dengan Tanjung Harapan yang merupakan kawasan ujung benua Afrika. Tiada kata selain decak kagum dan berkata dalam hati ”bener ni gw di ujung aprika?”..

Cape Point View

Cape of Good Hope (Tanjung Harapan)

Perjalanan hari ini hampir berakhir, namun kunjungan akhir hari ini adalah Mineral Work sebuah tempat batu-batu mulia (emang ada), di olah dan dijadikan sesuatu yang bernilai jual, kembali belanja.. karena g bisa di tawar..saya hanya beli cincin yang menyerupai giok dan sebuah miniature benua afrika yang berisi batu berwarna warni.

Perjalanan cukup melelahkan, sebelum kembali ke hotel kami singgah di restoran cina di Kota Cape Town untuk makan malam. Dan di sinilah keganasan Mas Yanto salah satu perserta tour, setelah sehari sebelumnya menjaga image saat makan satu meja dengan rombongan bapak2 dan ibu2, tidak bersama rombongan anak muda seperti saya ini.weits…. tapi hari ini saat satu meja bersama para bujangan kebrutalan dan keganasannya terlihat….giling. dan hari-hari berikutnya akhirnya Mas Yanto selalu satu meja dengan kami. Hahaha. Dasar kau mas….

After dinner, kita semua balik ke hotel untuk istirahat…sigh. Mempersiapkan diri untuk perjalanan besok karena kita akan check out dari hotel dan pindah kota. Nantikan…..

10 thoughts on “Great Adventure of South Africa #3”

  1. i love d photo..
    duduk menyaksikan alam bermain
    melihat awan menari
    dengan pikiran yg teduh..

    aa..ingin rasanya bisa meminjam waktu sebentar untuk itu..

    btw, thanks for d “oleh-oleh” ya bang..
    sengaja dipilihin yg ada gambar church-nya ya?😉

  2. huhuhuhuhu
    diriku tak kebagian apapun😦

    gantungan kuncinya mana???
    pinguinnya???

    ihhh jadi iri deh

    viewnya bagus2 banget,,, great pictures ;p

    dirimu ada bakat sbagai photographer & writter
    knp ga nyoba selangkah lbh maju?

  3. @ pank : lebih enak pi lobster Indo pank..>!

    @ Ucy : emang enak menikmati indahnya pantai de’. lebih nikmat lagi kalo menikmati waktunya di tempat seperti itu bersama kekasih hati (istri).. kapan ya?

    @ abe : jangan be, gw g mau tenar? ku bukan superstar kaya dan terkenal, ku hanyalah orang biasa yang ingin dicintai…! wakakakakka

    @ yati : gantungan kuncinya udah di rampok geng jogja buk! pardon me. thanks sarannya. hehehe

  4. there’s a nice moment,…

    g salah napa dirimu jadi begitu cinta ma pantai bang

    ternyata, ngeliat pinguin g harus k kutub yagh,…
    k afrika menenangkan pikiran juga bisa tho

    =)

  5. Van…… bagus bnget yaa…itu yg ngambil gambarnya sapa yaa..
    Maunya punya duit buat cucu 7 turunan jadinya tinggal jalan2 aja sesuka hati hehe….yakan?..

    ya saya dunk yang ngambil poto2nya. ya, maunya sih gitu.. punya duit 7 turunan. haha, menghayal g papa ko bu, sapa tau terwujud

  6. @ Bu Rita : ya saya dunk yang ngambil poto2nya. ya, maunya sih gitu.. punya duit 7 turunan. haha, menghayal g papa ko bu, sapa tau terwujud

  7. Lha na lo van betengger disana hehe…. iyaya selebihnya lo dong yang moto yaaa, sorry saking ta’jubnya,,,,

    iya, saya yang ngetag, set timer cam. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s