Sepatuku Ke-Malingan

Tanggal 01 Januari 2008 (taon baru) sekitar jam 19.00 WIB Sampailah aku dan temanku Irro di pelataran tempat teramai di Djogjakarta yaitu Malioboro. Wuih, asli padet yang emang sehari-hari padet,apalagi masih dalam rangka taon baru. Apalagi pas malam taon baru ya…..g tau dah.
Masuk ke pelataran parkir di samping Mall Malioboro,ku parkirkan motor Supra R 125 warna merahku dengan agak mepet-mepet dikit motor-motor disamping yang udah nangkring duluan, kalo tu motor bisa ngomong,pasti mereka bakal kenalan dan curhat-curhatan.
Perjalanan pertama dalam ekspedisi Malioboro kali adalah membeli sandal di Ramayana. Telah terdengar jelas mengalahkan suara keramaian yang ada yaitu suara shalawat yang di lantunkan dan diperdengarkan sebelum Adzan di kumandangkan melalui Towa. Shalawat dari masjid Malioboro ini mengingatkan aku akan suasana di Sorowako,tanah kelahiranku. Soalnya shalawatnya sama,membuatku flash back kembali saat kecil dulu waktu pertama jadi santri TPA Al Ikhwan,bajuku robek setengah badan karena di tarik teman ngajiku saat maen kejar-kejaran. Akhirnya perjalanan di lanjutkan, emang rencana awal ma Irro sebelum kita berfoya-foya menghabiskan duit yang pas-pasan adalah Shalat Isya dulu coz amanah yang ntu ini wajib dan mesti di jalanin yang mengaku sebagai muslim.
Yup,adzan berkumandang setelah akhirnya kami sampai di Masjid. Segera saja Sepatu yang baru aku beli sebulan yang lalu ku lepas dengan sedikit awoma mewangi. Sepatu Nike futsal berwarna hitam Made In Korea Rp ******,- yang juga keren dipake mejeng or hang out ku parkir tepat di depan tempat wudhu pria sebelah tiang masjid. Akupun menuju tempat wudhu,dan setelah selesai wudhu,entah kenapa aku ada firasat kalo bakal ada sesuatu yang hilang dari diriku, tapi ku acuhkan dan dengan mantap melakukan shalat tahiyatul masjid dan shalt sunnah Isya.
Qamat berkumandang, shalatpun dimulai oleh pak Imam yang bacaannya kalo menurutku sudah bagus, karena dari sekian banyak masjid yang aku singgahi untuk shalat,ternyata banyak yang bacaan imamnya yang masih belepotan geto. Kayak bacaan gue aja udah bener (tapi ya pernah belajar ngaji lah di kota jogja ni). AnyHow….. bla…bla…bla, akhirnya shalat selesai. Ku lanjutkan dengan dzikir, shlat sunnah ba’da Isya. Dan setelah selesai. Ku pacu langkah menuju sepatu yang masih terbilang baru dan mempesona. Upssss.
Aku tak percaya pada pandangan pertama akan penglihatanku, apakah hanya fatamorgana atau nyata, layaknya orang yang terdampar di padang pasir yang sedang kehausan dan tiba-tiba melihat danau yang airnya jernih dan melimpah,namun setelah di datangi dan didekati ternyata hanya fatamorgana. Begitu pula akan diriku, ku dekati tempat aku memarkir sepatuku. And, “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun”. Sepatu nan indahku tak terlihat pandangan mata alias HILANG…….hiks, ku palingkan pandangan ke kanan dan ke kiri, memasitikan apa sepatuku benar-benar berpindah kaki. Yup ternyata benar saja. Sepatuku Ke-Malingan.
Dengan pasrah dan memang harus ikhlas (just Allah yang tau), aku berkata dalam hati “semoga Allah memberkahi maling ntu”. Kali aja dia emang butuh dan amat butuh, seperti misalnya ada anggota keluarganya yang terkena tumor ganas di kepalanya dan harus segera di angkat dengan cara di operasi, dan dia g punya biaya, maka dia bisa

menjual sepatu itu (harga sepatunya g nyampe segitu kale, ampe bisa ngelunasin biaya operasi tumor, he2// ex:..) dan akhirnya keluarganya itu selamat dan sehat kemudian akhirnya mereka mempunyai pabrik sepatu yang sukses, dan setiap keuntungan mereka itu akhirnya mereka bisa membuat pesantren dan //halah…kejauhan (kalee aja to)

            Alhasil,aku berjalan keluar dari pelataran dan halaman masjid dengan kaki nyeker alias kaki ayam, and dasar aku orangnya cuek,cuek dengan hal-hal yang masih wajar tentunya. Akhirnya aku masuk ke Mall Ramayana dengan nyeker sambil nanya ke Mba yang jaga outlet pakaian obral. “Mba,tempat jual sandal or sepatu di bagian mana ya?”, dengan sedikit judes dan heran takut mbanya melihat kakiku yang nyeker sambil berkata dengan nada judes “di lantai 2!!”. Idih, dia kira aku mau maling kali ye.. Halah, hayah, payah, erghhhh. Realitanya bung,dab,mba,ces, ternyata di dunia ini tidak sedikit orang yang melihat orang lain hanya dari tampilan luarnya.

            Akhir cerita, yang awalnya mau beli sandal emang tercapai. Tapi dengan bayaran beda. yaitu dengan bayaran harga sandal yang aku beli, dan juga dengan bayaran atas ujian yang Allah berikan kepadaku. Semoga Bayaran balasan dari Allah berupa pahala (Amin). Allah tau kita mampu menerima cobaan yang Dia berikan, maka jadilah orang yang bersabar agar menuai pahala pada akhirnya dan mendapat ganti yang lebih baik. (amin)

 

Alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s