Kopi Jos

Tepatnya tanggal 19 November 2007 di Kota Pelajar yaitu Yogyakarta pada pukul 22.30, aku dan teman-teman Sorowako berada di suatu tempat,di salah satu sudut kota pelajar ini, tempat dimana orang-orang menikmati makan malam, menghabiskan malam, tempat melepas penat, dan kumpul-kumpul. Letak daerahnya sebelum Stasiun Tugu jika kita dari arah utara,dari arah Tugu Yogya. Tempat yang sangat sederhana,di atas trotoar jalan yang dialasi tikar kami duduk berempat (lesehan),tempatnya memang disamping jalan namun bukan jalan yang ramai,sehingga mobil yang lalu lalang dan juga motor-motor sedikit yang lewat,disamping memang karena sudah malam,ehm..,hamper tengah malam malah. Malam yang cerah,karena ada bulan yang menemani. Suasananya kalo boleh dibilang memang suasana yang remang-remang,tapi menurutku,mungkin disitulah letak kenikmatannya bagi orang-orang. Lampu jalan yang menyala kuning, g banyak disekitar kami.
Kami duduk agak jauh dari lokasi jualan,karena memang ramai dan aku melihat ternyata banyak dari kalangan mahasiswa yang memang senang keluar malam menghabiskan malamnya. Wanto dan Aswan memesan makanan dan minuman special daerah itu,nama minumannya adalah “Kopi Jos”. Khasnya itu karena kopinya dimasukin arang di dalamnya yang ukurannya seperti es yang seukuran jika kita mesan es teh, tapi arangnya cuma satu, dan sama sekali saya belum mengerti apa bedanya dengan kopi biasa. Akhirnya pesanan diantar setelah tadi kedua temanku memesan, yang mengherankan kedua temanku ini g mesan kopi jos,minuman khas spesialnya. Mereka malah mesan teh. Karena memang yang baru pertama kali datang ke tempat ini adalah aku dan irro, maka kamilah yang dipesankan kopi.
Akhirnya setelah agak menunggu agar minuman hangat, Bismillah…kopi ku seruput. Saat masuk ke tenggorokan memang beda dengan rasa kopi yang lain,karena ada arangnya yang kalo di istilahkan dalam kimia, sari-sari arang telah melebur menyatu dengan kopi. Kuseruput kembali agar bibir g nyonyor karena panas, kemudian dengan ditemani gorengan yang minnyaknya, bleeh….tapi g masalah. Tetap terasa nikmat, karena lidah kami lidah orang Indonesia.
Malam semakin larut,waktu kami lewatkan dengan bercerita dan bercanda. Karena kami orang sorowako,maka keluarlah istilah-istilah asing saat berbicara. Contohnya saat Irro mau minum kopinya,sebelum minum dia bilang “Woi, garuk-garuk ko dulu kopimu”, yang kalo istilah bakunya adalah “Woi, aduk ko dulu kopimu”. Sejenak kami terdiam mendengar Irro mengatakan itu, karena penggunaan kata itu tidak umum walaupun di Sorowako maka kamipun langsung tertawa terbahak.
Ya…kami memang biasa ngumpul berempat walaupun masih banyak teman-teman sorowako yang lain di kota ini,tapi tidak seintens kami biasa berkumpul. Jika kami ngumpul, ada satu istilah yang muncul untuk menamai keberkumpulan kami. Namanya “Pesta Bujang”. Heee….karena memang semua masih bujangan,tapi bagi yang baru mendengarnya mungki agak sedikit aneh mendengarnya dan seperti menyimpang.
Akhirnya kebersamaan harus dihentikan karena waktu semakin meninggalkan dan waktu semakin larut. Hamper jam 12 :00 ,hamper pagi. Akhirnya geng “BUJANG” pulang.
Siip.

One thought on “Kopi Jos”

  1. hahahaha..saya juga pernah ngerasain “aneh”nya rasa kopis jos, paduan kopi dan carbon aktif (hihihi bahasanya kimia banget yaah) tapi justru itu yang membuat saya datang lagi ke jogja untuk kedua kalinya🙂

    syip.. jangan hanya 2 kali. karena Jogja penuh dengan keramahan akan culture dan budaya. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s