Arsip Kategori: Puisi

Malam itu kita bertemu di Jogjakarta

Kala sang rembulan tengah menunjukkan keanggunannya

Pertemuan kita memang tak lama, karena aku ingin menjaga

Aku melihat perawakanmu yang bersahaja dan tak banyak bicara

Kemudian kau tersenyum tersinar bulan bercahaya

Seperti terasa telah mewakili semua hal akan makna

Termaktub asa, cita-cita, dan juga cinta

Dan malam itu, senyumanmu adalah Senyum Purnama


nb : Tulisan atau puisi ini ku dedikasikan kepada seorang sahabat saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. Adapun tulisan/ puisi ini terangkai oleh curahan sang sahabat, juga saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. co cweetttt ^_^

Biar ku sadur kata-kata Andrea “Ikal” Hirata ini :

“Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang-gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perempuan Islam atas dirinya, atas imannya, dan atas dunia”

Kini biar ku interprestasikan kata-kata tersebut :

“Kau wanita terlihat jelita di hadapan Allah jika kau menutup auratmu dengan menghadirkan hatimu atas iman yang kau yakini di dunia fana ini. Tiada kemenangan terindah saat kau tengah berdiri di pongahan kesombongan orang-orang yang berlomba dalam kontes pamer aurat namun kau tidak tergoyahkan karena aqidahmu”.

Kini biar kurajut beberapa prosa atas kenaifanku:

Ku ingin mencari keindahan karena kemenangan atas hakikatmu

Ku ingin mencari keindahan karena hijab atas diri dan hatimu

Dan ku ingin…

Hmm…itulah cukup, karena aku akan mencarimu.

My Sign