Arsip Kategori: Kulinerku

Jika anda adalah orang yang mempunyai gaya hidup sehat dalam menjalani hari-hari anda. tentunya anda akan menjaga pola makan anda dengan asupan makanan-makanan yang sehat serta menyehatkan bagi tubuh anda. Dan tentunya juga diimbangi dengan olahraga yang seimbang. Hal ini sangat baik untuk menjaga metabolisme tubuh dalam beraktivitas.

Ada sebuah tulisan yang mengatakan “Anda adalah apa yang anda makan”. dari satu sisi memang benar, Baca Lebih Lanjut »

siang hari yang panas jam sebelas sebelum dzuhur abis dari kampus setelah masukin proposal TA dengan perut kosong ku laju motor dengan azam di dalam hati “Aku harus makan, perut kosong ni” setelah berfikir sejenak enaknya makan apa ya…….

yup,inspirasi kelaparan langsung datang,dengan pandangan mata langsung tertuju ke tempat jualan lotek. kebetulan waktu itu lampu merah dekat warnet Grovy (aku member lo)…”penting ka”. setelah lampu merah sekitar 10 meter ada tempat jualan lotek yang enak…..hemmmm

Dett….det (suara motor berhenti) . kuparkir motor,tanpa basa-basi “hemm,mba pesan lotek dan es tehnya di bungkus” kataku. tanpa basa-basi juga mbanya langsung gerak sebagai loyalitasnya kepada konsumen dalam mengemban amanah kerjanya.

tidak berapa lama kemudian. “ini mas cakep (sensor), semua Rp 4500,” katanya. kubayar….ku pergi…ku laju motor….lapar………………samapailah di GPW tercinta (tempat tinggal). ku buka bungkusan yang terbalut karet gelang yang biasa dulu waktu kecil aku senang main lompat tali yang terbuat dari karet gelang.. Wow,

perpaduan sayur, tupat, bakwan yang di cah-cah kecil dan dilumuri oleh sambal kacang yang diaduk menyatu sehingga meresap ke pori-pori setiap bahan makanan. ku suap ke mulutku….
wah…..nikmat saat gigigtan pertama…….tit……………………………. (sensor). udah ampir dzhur,aku harus adzan. ku seruput eh tehku sebagai sentuhan terakhir…..hmmm (mak nyuss..

Alhamdulillah

Tepatnya tanggal 19 November 2007 di Kota Pelajar yaitu Yogyakarta pada pukul 22.30, aku dan teman-teman Sorowako berada di suatu tempat,di salah satu sudut kota pelajar ini, tempat dimana orang-orang menikmati makan malam, menghabiskan malam, tempat melepas penat, dan kumpul-kumpul. Letak daerahnya sebelum Stasiun Tugu jika kita dari arah utara,dari arah Tugu Yogya. Tempat yang sangat sederhana,di atas trotoar jalan yang dialasi tikar kami duduk berempat (lesehan),tempatnya memang disamping jalan namun bukan jalan yang ramai,sehingga mobil yang lalu lalang dan juga motor-motor sedikit yang lewat,disamping memang karena sudah malam,ehm..,hamper tengah malam malah. Malam yang cerah,karena ada bulan yang menemani. Suasananya kalo boleh dibilang memang suasana yang remang-remang,tapi menurutku,mungkin disitulah letak kenikmatannya bagi orang-orang. Lampu jalan yang menyala kuning, g banyak disekitar kami.
Kami duduk agak jauh dari lokasi jualan,karena memang ramai dan aku melihat ternyata banyak dari kalangan mahasiswa yang memang senang keluar malam menghabiskan malamnya. Wanto dan Aswan memesan makanan dan minuman special daerah itu,nama minumannya adalah “Kopi Jos”. Khasnya itu karena kopinya dimasukin arang di dalamnya yang ukurannya seperti es yang seukuran jika kita mesan es teh, tapi arangnya cuma satu, dan sama sekali saya belum mengerti apa bedanya dengan kopi biasa. Akhirnya pesanan diantar setelah tadi kedua temanku memesan, yang mengherankan kedua temanku ini g mesan kopi jos,minuman khas spesialnya. Mereka malah mesan teh. Karena memang yang baru pertama kali datang ke tempat ini adalah aku dan irro, maka kamilah yang dipesankan kopi.
Akhirnya setelah agak menunggu agar minuman hangat, Bismillah…kopi ku seruput. Saat masuk ke tenggorokan memang beda dengan rasa kopi yang lain,karena ada arangnya yang kalo di istilahkan dalam kimia, sari-sari arang telah melebur menyatu dengan kopi. Kuseruput kembali agar bibir g nyonyor karena panas, kemudian dengan ditemani gorengan yang minnyaknya, bleeh….tapi g masalah. Tetap terasa nikmat, karena lidah kami lidah orang Indonesia.
Malam semakin larut,waktu kami lewatkan dengan bercerita dan bercanda. Karena kami orang sorowako,maka keluarlah istilah-istilah asing saat berbicara. Contohnya saat Irro mau minum kopinya,sebelum minum dia bilang “Woi, garuk-garuk ko dulu kopimu”, yang kalo istilah bakunya adalah “Woi, aduk ko dulu kopimu”. Sejenak kami terdiam mendengar Irro mengatakan itu, karena penggunaan kata itu tidak umum walaupun di Sorowako maka kamipun langsung tertawa terbahak.
Ya…kami memang biasa ngumpul berempat walaupun masih banyak teman-teman sorowako yang lain di kota ini,tapi tidak seintens kami biasa berkumpul. Jika kami ngumpul, ada satu istilah yang muncul untuk menamai keberkumpulan kami. Namanya “Pesta Bujang”. Heee….karena memang semua masih bujangan,tapi bagi yang baru mendengarnya mungki agak sedikit aneh mendengarnya dan seperti menyimpang.
Akhirnya kebersamaan harus dihentikan karena waktu semakin meninggalkan dan waktu semakin larut. Hamper jam 12 :00 ,hamper pagi. Akhirnya geng “BUJANG” pulang.
Siip.