Arsip Kategori: Karakter

“Daging (qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu….” (QS.Al-Haj:37)

Semoga hidup kita dimudahkan dengan rezki yang cukup dan berkah, dan semoga bisa meneladani Nabi Ibrahim AS dalam hal kecintaan kepada Allah dan dalam membangun keluarga yang madani atas dasar takwa. Amin

Suatu pagi, sebelah jalan di gang Apel tepatnya di Warung Burjo ada gw di sana

‘Aa, teh hangat satu. hmm, koran pagi mana ya a’ ? itulah dalih gw kalo ke warung bubur ini, mesen segelas teh hangat padahal tujuan utamanya baca koran

‘g makan nih?’ kata Aa burjo

‘g A’ makasih’ sambil sibuk membolak-balik koran.

Saat membaca koran, awalnya melihat halaman depan membaca headline newsnya. hmm, kok seperti ada perasaan tidak nyaman ya. gw bolak-balik koran, dan akhirnya…. u know what im doing?, hehe.., gw membaca koran dari halaman belakang. Yup ini kebiasanku, ntah kenapa setiap membaca koran atau majalah gw selalu membacanya dari belakang dan gw merasa nyaman dengan itu. ntah ini bad habbit or good habbit? apa karena keseringan baca Qur’an ya? (ngareppp but amien..) or karena sering ngebaca komik jepang keluaran terbaru (jarang kok), but when i fell comfort with that…hmm, just do it!. sampai-sampai kalo memabaca koran bisa sampai dua kali jika sudah sampai halaman depan dan ternyata halamannya bersambung. hehehe. kebiasan yang aneh

‘ini a’ teh hangatnya!’

‘owh..ok, thanks yo a’. Gw harap tu burjo langganan korannya kagak putus-putus

***iye, kagak putus! asal lo kagak mesen aer putih aja buat baca koran***

***just ma magination. hihihi ^_^***

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan

Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah Baca Lebih Lanjut »

Kisah ini adalah ketika Soekarno Muda untuk pertama kalinya menerima ijazah pertamanya diusianya yang ke 25.

Sang Profesor (sang Rektor) yang bernama Prof. Kloper menyalami Soekarno dan berkata dengan setengah berbisik:
“Soekarno,een diploma is een…… “. (Bahasa Belanda). yang intinya Prof Kloper menasehati  “Soekarno, ijazah adalah ijazah. dia tidak lebih hanya sehelai kertas yang bisa jadi tak banyak menolong”. Sang rektor melanjutkan “Seseorang dikenang bukan karena ijazahnya,tetapi karena karakternya.

Seseorang berhasil atau tidak, akan ditentukan oleh kemampuannya untuk menaklukkan ketakutan atau memaksimalkan semua “modal” yang dimiliki.Ijazah hanya salah satu dari sekian banyak “modal” lain yang mesti dikuasai.

Bukankah dunia dan kehidupan “tak selebar kertas IJAZAH”?

Alhamdulillah

  Semua orang yang   berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan   lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih   diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang   tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang   berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

  1. Melihat   masalah sebagai tantangan
    Bandingkan dengan orang yang melihat   masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling   sengsara sedunia. 
  2. Menikmati   hidupnya
    Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima   keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai   hidup yang lebih baik.
  3. Pikiran   terbuka untuk menerima saran dan ide
    Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
  4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas   di benak Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa   menimbulkan masalah.
  5. Mensyukuri   apa yang dimilikinya
    Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa   yang tidak dipunyainya.
  6. Tidak   mendengarkan gosip yang tak menentu
    Sudah pasti, gosip berkawan baik   dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada   juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
  7. Tidak   bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
    Pernah dengar pelesetan   NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
  8. Menggunakan bahasa positif
    Maksudnya, kalimat-kalimat   yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan   “Dia memang berbakat.”
  9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
    Di antaranya   adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif,   atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias,   dan ‘hidup’.   
  10. Peduli   pada citra diri
    Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan   hanya di luar, tapi juga di dalam.

by : Fajar Tobing

http://www.mail-archive.com/pengembangan-kepribadian@yahoogroups.com/msg00042.html