Arsip Kategori: Jogjakarta

13072009632Di sebuah cafe terbuka di bilangan kota Jogjakarta yang ramah. Aku duduk mungkin sudah beberapa jam lamanya. Terus bertatap dengan layar Netbook dan terbawa suasana nyaman di cafe yang terletak di pinggir jalan Cik Di Tiro. Lalu lalang kendaraan tak henti mengisi ruang-ruang jalan hitam beraspal.

Kuistirahatkan sejenak mata ini yang sudah lelah menghadapi layar, ku angkat cangkir cappucino yang tadi ku pesan panas. Dan kini, minuman itu telah dingin terbawa oleh  malam. Ku seruput, dan rasanya sudah seperti es cappucinno saja, dingin.

Berselang waktu, memandang ke arah jalan yang mulai sepi dari kendaraan karena larutnya malam. Tampak para penjual lesehan mulai membereskan lapak-lapak lesehan mereka, namun penjual jagung dan kacang rebus baru saja mulai beraksi menjajalkan dagangannya karena malam yang dingin adalah waktu untuk mereka mencari rejeki dan mengorbankan waktu tidurnya.

Termenung, wajahku terterpa cahaya lampu jalan berwarna jingga. Cahaya lampu menghiasi malam Jogja dan aku hanyut terbawa suasana yang begitu ramah. Tanaman dan pohon-pohon kota tampak bisu terdiam menjadi ornamen-ornamen heningnya malam, dan live music cafe sayup terdengar di belakangku. Tampak seorang wanita molek menyanyikan sebuah lagu syahdu penuh dengan perasaan hingga para pengunjung cafe yang menonton seakan terbawa oleh suasana lagu. Dan wanita itu berlantun lagu Killing Me Sofly. hmm… waktunya pulang.

Indraloka Cafe, Cik Di Tiro Jojga

Hari sabtu kemaren tepatnya tanggal 20 Desember, saya kembali melakukan traveling untuk menjelajah bumi Allah yang indah ini. Tujuan penjelajahan kali ini adalah mencoba mengexplore keindahan pantai-pantai yang ada di Kota Jogjakarta. Secara saya juga sangat senang dengan yang namanya pantai. Setelah sebelumnya searching di internet tentang pantai-pantai indah Jogja, akhirnya menemukan satu informasi di situs yogyes.com . Di situs tersebut ternyata memuat segala sesuatu yang berhubungan dengan Kota Jogjakarta. nah nge-klik bilik pantai, wuih.. ternyata Jogjakarta tidak hanya memiliki satu pantai yang terkenal dengan nama Pantai Parangtritis (Paris), tetapi ternyata banyak pantai lainnya. dan salah satunya yang membuat saya kepincut adalah sebuah pantai dengan pasir putihnya dan bebatuan karang besar yang menjulang. Pantai ini di sebut dengan nama Pantai Siung.

img_1850 img_1852 img_1754

Siung Beach

Setelah akhirnya sepakat dengan rombongan team (Sorowako geng), yaitu sepakat mengunjungi pantai ini, sepakat dengan tarif  patungan (curung-curung), sepakat dengan itinerary dan segala macam. tanpa basi basa kita lets go. Pantai siung terletak 70 km dari pusat kota Jogja, lebih tepatnya di Wonosari-Jogjakarta. Dan berdasarkan informasi, waktu tempuh menuju pantai ini adalah sekitar 2 jam,  tapi ternyata informasi itu tidak valid alias bohong karena waktu tempuh kami  sekitar 2 jam lebih buaanyak (hampir 3 jam). Ya, ini dikarenakan kami pake acara tersesat sana sini segala plus acara spekulasi yaitu bertanya pada urang-urang. (hehehe). Perjalanan menuju pantai ini memang penuh dengan tantangan karena jalur/jalan yang di lalui penuh dengan tanjakan, turunan, jalan yang berkelok-kelok, dan badan jalan yang tidak begitu lebar. namun untungnya jalannya sudah teraspal rapi.

Baca Lebih Lanjut »

Seperti rutinitas minggu kemaren, jadwal hari ini adalah renang. yup..yip dengan semangat mempersiapkan alat-alat renang. Karena minggu kemaren tempat renangnya meninggalkan kesan yang kurang enak dihati, maka saya memutuskan utuk pindah lokasi tempat renang, setelah menelaah dan merumuskan kembali (kayak UUD) akhirnnya memutuskan renang di Lokasi Sport Center Babarsari deket Citrouli Market.

Baca Lebih Lanjut »

sebagai pendukung MU hari ini aku dan Irro telah berencana menyaksikan langsung pertandingan antara MU vs Wigan. kami menonton di rumah makan ayam kampus dekat kampus YKPN di seturan. Saat sampai di rumah makan suasana masih belum terlalu ramai,namun telah ada beberapa pengunjung yang telah standby utuk menyaksikan pertandingan besar ini pertandingan kemenangan MU tentunya.

Woooo…..’ itulah teriakan awal yang disorakkan para pengunjung yang sudah memadati rumah makan. bukan karena pertandinganx di batalkan,tapi karena pengelola memutar pertandingan Chealsea bukannya MU. akhirya untk menjaga kenyamanan pengunjung yang sebagian besar adalah pendukung MU, pihak pengelola akhirnya mengganti chanel yang tadinya Star Sport menjadi ESPN. serentak saja para pengunjung bertepuk tangan.

tampak pada layar penalti yang dilakukan CR7

Ya, hari ini Manchester United mejadi jawara liga Inggris. setelah mengalahkan wigan dengan skor 0-2 untuk kemenanga MU. gol pertama di awali dari titik putih oleh CR7 setelah sebelumnya Wyne Rooney di ganjal oleh beck Wigan saat akan menendang bola. Akhirnya wasit memberikan hadiah finalty kepada skuad MU yang kemudian di eksekusi dengan baik oleh CR7.

Baik suporter MU yang ada di stadion, maupun di mana saja menjadi cemas karena pada pertandingan lain , Chealsea juga berhasil membuat 1 gol yang dilesakkan oleh Seva. kecemasan ini di karenakan jangan sampai Chealsea mencetak gol kembali.sehingga akhirnya bisa mengungguli MU.

Goollllllll…..teriakan pengunjung kembali memecah kecemasan para pendukung MU setelah Ryan Giggs melaui assist cantik Roney,berhasil melesakkan gol ke gawang Wigan dengan amat tenang. mungkin dikarenakan jam terbang yang sudah tinggi ya? Tak salah memang Ferguson menurunkan Giggs,setelah mengganti Teves pada babak kedua. Bravo MU

Tepatnya tanggal 19 November 2007 di Kota Pelajar yaitu Yogyakarta pada pukul 22.30, aku dan teman-teman Sorowako berada di suatu tempat,di salah satu sudut kota pelajar ini, tempat dimana orang-orang menikmati makan malam, menghabiskan malam, tempat melepas penat, dan kumpul-kumpul. Letak daerahnya sebelum Stasiun Tugu jika kita dari arah utara,dari arah Tugu Yogya. Tempat yang sangat sederhana,di atas trotoar jalan yang dialasi tikar kami duduk berempat (lesehan),tempatnya memang disamping jalan namun bukan jalan yang ramai,sehingga mobil yang lalu lalang dan juga motor-motor sedikit yang lewat,disamping memang karena sudah malam,ehm..,hamper tengah malam malah. Malam yang cerah,karena ada bulan yang menemani. Suasananya kalo boleh dibilang memang suasana yang remang-remang,tapi menurutku,mungkin disitulah letak kenikmatannya bagi orang-orang. Lampu jalan yang menyala kuning, g banyak disekitar kami.
Kami duduk agak jauh dari lokasi jualan,karena memang ramai dan aku melihat ternyata banyak dari kalangan mahasiswa yang memang senang keluar malam menghabiskan malamnya. Wanto dan Aswan memesan makanan dan minuman special daerah itu,nama minumannya adalah “Kopi Jos”. Khasnya itu karena kopinya dimasukin arang di dalamnya yang ukurannya seperti es yang seukuran jika kita mesan es teh, tapi arangnya cuma satu, dan sama sekali saya belum mengerti apa bedanya dengan kopi biasa. Akhirnya pesanan diantar setelah tadi kedua temanku memesan, yang mengherankan kedua temanku ini g mesan kopi jos,minuman khas spesialnya. Mereka malah mesan teh. Karena memang yang baru pertama kali datang ke tempat ini adalah aku dan irro, maka kamilah yang dipesankan kopi.
Akhirnya setelah agak menunggu agar minuman hangat, Bismillah…kopi ku seruput. Saat masuk ke tenggorokan memang beda dengan rasa kopi yang lain,karena ada arangnya yang kalo di istilahkan dalam kimia, sari-sari arang telah melebur menyatu dengan kopi. Kuseruput kembali agar bibir g nyonyor karena panas, kemudian dengan ditemani gorengan yang minnyaknya, bleeh….tapi g masalah. Tetap terasa nikmat, karena lidah kami lidah orang Indonesia.
Malam semakin larut,waktu kami lewatkan dengan bercerita dan bercanda. Karena kami orang sorowako,maka keluarlah istilah-istilah asing saat berbicara. Contohnya saat Irro mau minum kopinya,sebelum minum dia bilang “Woi, garuk-garuk ko dulu kopimu”, yang kalo istilah bakunya adalah “Woi, aduk ko dulu kopimu”. Sejenak kami terdiam mendengar Irro mengatakan itu, karena penggunaan kata itu tidak umum walaupun di Sorowako maka kamipun langsung tertawa terbahak.
Ya…kami memang biasa ngumpul berempat walaupun masih banyak teman-teman sorowako yang lain di kota ini,tapi tidak seintens kami biasa berkumpul. Jika kami ngumpul, ada satu istilah yang muncul untuk menamai keberkumpulan kami. Namanya “Pesta Bujang”. Heee….karena memang semua masih bujangan,tapi bagi yang baru mendengarnya mungki agak sedikit aneh mendengarnya dan seperti menyimpang.
Akhirnya kebersamaan harus dihentikan karena waktu semakin meninggalkan dan waktu semakin larut. Hamper jam 12 :00 ,hamper pagi. Akhirnya geng “BUJANG” pulang.
Siip.