Arsip Kategori: Catatan Tulis

Dari Jogjakarta menuju kota Surabaya naik bis Eka Patas AC, akhirnya setelah kurang lebih 8 jam akhirnya sampai di kota arek2 Sura dan Boyo ini. pukul 4 sore, tiba d kediaman Niken di Kompleks Delta Sari yang tidak jauh dari terminal Bungurasih. wew… cuaca lumayan panas *pokoke beda ma Jogja dah. hehe

Istirahat sebentar sebelum mandi sambil nunggu waktu berbuka. Kebetulan hari kami datang (aq dan Arfan), temen-temen Surabaya mo ngadain acara buka puasa bareng temen-temen Surabaya di rumah Niken *padahal sih sebenarnya acara penyambutan wong Jogja..hahay..

Temen-temen Surabaya yang pernah domisili di Sorowako ternyata g banyak seperti di Jogja. Temen-temen yang datang juga hanya 5 orang dari 5 undangan…*berarti emang dikit banget. Akhirnya Adzan waktu berbuka tiba, berbuka dengan es blewah dan kue-kue aneh tapi ueenaakkk…. . setelah buka, di lanjutin sholat maghrib bareng bis sholat makan besar. hehe…

Malam hari, temen-temen ngajak muter-muter keliling Surabaya naek mobil sekalian nganterin Elin dan adik pulang ke rumah. inti perjalan muter-muter kota Surabaya adalah membuat ku ‘enek’. Ruameee… padaat.. buanyak mall sehingga banyak manusia haus hiburan yang bertebaran di jalan-jalan. emang Jogja top markotop dah. kota yang ramah bin santun. ^_^

Sampai ketika malam mau pulang, setir mobil pindah tangan ke aq… coz temen (yudi) yang tadinya nyupir cape dan pegel muter-muter Surabaya yang luas dan padat. Terjadilah kejadian yang tidak diinginkan… pas ketika aq nyetir dan mau belok penuh ke kanan, perhatianku fokus pada mobil dari kiri yang melintas, aq g fokus tiba-tiba ada motor yang nyelonong mau belok kanan juga. Pas motor (cowo yang mbonceng cewe) mau belok tiba-tiba dia ngerem untuk waspada pada mobil dari kiri. nah aq yang g ngerem akhirnya nyerempet dasboard motor bagian belakang yang sampai membuat motor terjungkal ke depan *tapi g nyampe ngangkang kok. hehe

Setelah markir mobil ke pinggir jalan, terus nyamperin korban meriksa kalo ada apa-apa, padahal aq panik banget dah… huhuhu. Alhamdulillah setelah minta maaf dan g ada yang terluka baik dari pihak motor ataupun manusianya mas nya berpesan “Lain kali hati-hati ya mas”. sambil aq mikir dan bilang dalam hati ” wah, ini masnya orang Surabaya, tapi hatinya Jogjakarta euy”. aq pikir tadi bakal dapat makian-makian dari penjuru kebun binatang dan minimal tonjokan ala Surabaya *hahaha…astagfirullah.

Panik dan masih shock… sambil nyetir mencoba fokus. weew, pengalaman nyetir pertama kali di Surabaya udah cukup berkesan g mau ngulang lagi dah. tapi hari ini, aq di suru nyetir ke Suramadu… huwaaa. *saya jadi penumpang aja deh bu’!

rutinitas yg sudh menjadi culture masyarakat Indonesia bahkan mungkin di seluruh dunia adalah mudik ke kampung halaman saat menjelang lebaran.

Hari ini bareng Arfan mo mudik ke Sorowako. Jalur pertama yg d tempuh menuju Surabaya naik bis Eka patas dengan tarif 65 ribu sudah kena tusla. Perjalanan tempuh selama 8 jam.

semoga Allah memudahkan perjalanan kami dan memeberi keselamatan untuk tiba sampai d kampung halaman . Aminn

20090913_075012.jpg

Nb : lagi safar jadi musafir… Aq puasa g ya? Kan dapat keringanan kl gi safar? Hihihihi..

Posted by Wordmobi

Memang mudah berlisan sebelum melakukan, namun ku harap Allah senantiasa menguatkan, untukku terus berjalan di dalam kehidupan.

desert

lyric : D’MasivJangan Menyerah

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan Kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah…!  jangan menyerah…!

13072009632Di sebuah cafe terbuka di bilangan kota Jogjakarta yang ramah. Aku duduk mungkin sudah beberapa jam lamanya. Terus bertatap dengan layar Netbook dan terbawa suasana nyaman di cafe yang terletak di pinggir jalan Cik Di Tiro. Lalu lalang kendaraan tak henti mengisi ruang-ruang jalan hitam beraspal.

Kuistirahatkan sejenak mata ini yang sudah lelah menghadapi layar, ku angkat cangkir cappucino yang tadi ku pesan panas. Dan kini, minuman itu telah dingin terbawa oleh  malam. Ku seruput, dan rasanya sudah seperti es cappucinno saja, dingin.

Berselang waktu, memandang ke arah jalan yang mulai sepi dari kendaraan karena larutnya malam. Tampak para penjual lesehan mulai membereskan lapak-lapak lesehan mereka, namun penjual jagung dan kacang rebus baru saja mulai beraksi menjajalkan dagangannya karena malam yang dingin adalah waktu untuk mereka mencari rejeki dan mengorbankan waktu tidurnya.

Termenung, wajahku terterpa cahaya lampu jalan berwarna jingga. Cahaya lampu menghiasi malam Jogja dan aku hanyut terbawa suasana yang begitu ramah. Tanaman dan pohon-pohon kota tampak bisu terdiam menjadi ornamen-ornamen heningnya malam, dan live music cafe sayup terdengar di belakangku. Tampak seorang wanita molek menyanyikan sebuah lagu syahdu penuh dengan perasaan hingga para pengunjung cafe yang menonton seakan terbawa oleh suasana lagu. Dan wanita itu berlantun lagu Killing Me Sofly. hmm… waktunya pulang.

Indraloka Cafe, Cik Di Tiro Jojga

Malam itu kita bertemu di Jogjakarta

Kala sang rembulan tengah menunjukkan keanggunannya

Pertemuan kita memang tak lama, karena aku ingin menjaga

Aku melihat perawakanmu yang bersahaja dan tak banyak bicara

Kemudian kau tersenyum tersinar bulan bercahaya

Seperti terasa telah mewakili semua hal akan makna

Termaktub asa, cita-cita, dan juga cinta

Dan malam itu, senyumanmu adalah Senyum Purnama


nb : Tulisan atau puisi ini ku dedikasikan kepada seorang sahabat saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. Adapun tulisan/ puisi ini terangkai oleh curahan sang sahabat, juga saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. co cweetttt ^_^