Di sebuah cafe terbuka di bilangan kota Jogjakarta yang ramah. Aku duduk mungkin sudah beberapa jam lamanya. Terus bertatap dengan layar Netbook dan terbawa suasana nyaman di cafe yang terletak di pinggir jalan Cik Di Tiro. Lalu lalang kendaraan tak henti mengisi ruang-ruang jalan hitam beraspal.
Kuistirahatkan sejenak mata ini yang sudah lelah menghadapi layar, ku angkat cangkir cappucino yang tadi ku pesan panas. Dan kini, minuman itu telah dingin terbawa oleh malam. Ku seruput, dan rasanya sudah seperti es cappucinno saja, dingin.
Berselang waktu, memandang ke arah jalan yang mulai sepi dari kendaraan karena larutnya malam. Tampak para penjual lesehan mulai membereskan lapak-lapak lesehan mereka, namun penjual jagung dan kacang rebus baru saja mulai beraksi menjajalkan dagangannya karena malam yang dingin adalah waktu untuk mereka mencari rejeki dan mengorbankan waktu tidurnya.
Termenung, wajahku terterpa cahaya lampu jalan berwarna jingga. Cahaya lampu menghiasi malam Jogja dan aku hanyut terbawa suasana yang begitu ramah. Tanaman dan pohon-pohon kota tampak bisu terdiam menjadi ornamen-ornamen heningnya malam, dan live music cafe sayup terdengar di belakangku. Tampak seorang wanita molek menyanyikan sebuah lagu syahdu penuh dengan perasaan hingga para pengunjung cafe yang menonton seakan terbawa oleh suasana lagu. Dan wanita itu berlantun lagu Killing Me Sofly. hmm… waktunya pulang.



5 Komentar
Kok nggak bawa kawan mas??Jangan terlalu banyak termenung..
oo..di sini..kayaknya bagus tempatnya
Ayooo…adik jgn macam2 y…mentang2 mandor g ada…hahaha… *galak mode ON
ummm..i love Djogja..
do you?
kebanyakan merenung ntar kesambet loh