Malam itu kita bertemu di Jogjakarta
Kala sang rembulan tengah menunjukkan keanggunannya
Pertemuan kita memang tak lama, karena aku ingin menjaga
Aku melihat perawakanmu yang bersahaja dan tak banyak bicara
Kemudian kau tersenyum tersinar bulan bercahaya
Seperti terasa telah mewakili semua hal akan makna
Termaktub asa, cita-cita, dan juga cinta
Dan malam itu, senyumanmu adalah Senyum Purnama
nb : Tulisan atau puisi ini ku dedikasikan kepada seorang sahabat saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. Adapun tulisan/ puisi ini terangkai oleh curahan sang sahabat, juga saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. co cweetttt ^_^



5 Komentar
waw.. speechless
secoba lanjutkan in my blog..heheu.. *kabuuur..
tjah!…puitis kali ko van…bagus ces…kalo saya mi orang yg ko kasi puisi ini, besarmi kepalaku seperti diameternya bulan purnama!
*keburrrrr!*
puisinya menarik sekali..lagi jatuh cinta ya mas??
ckckckckck….baru dong sama ni puisi…
*sepaket ma puisinya adik kah?
hakhakhak…
ckckck kayaknya ada yg lagi kasmaran nih…hehehehe
“Bingung mau ngapain biar g terus2an teringat dia. hate this feeling *sigh”