Arsip Bulanan: Juli 2009

Memang mudah berlisan sebelum melakukan, namun ku harap Allah senantiasa menguatkan, untukku terus berjalan di dalam kehidupan.

desert

lyric : D’MasivJangan Menyerah

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan Kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah…!  jangan menyerah…!

13072009632Di sebuah cafe terbuka di bilangan kota Jogjakarta yang ramah. Aku duduk mungkin sudah beberapa jam lamanya. Terus bertatap dengan layar Netbook dan terbawa suasana nyaman di cafe yang terletak di pinggir jalan Cik Di Tiro. Lalu lalang kendaraan tak henti mengisi ruang-ruang jalan hitam beraspal.

Kuistirahatkan sejenak mata ini yang sudah lelah menghadapi layar, ku angkat cangkir cappucino yang tadi ku pesan panas. Dan kini, minuman itu telah dingin terbawa oleh  malam. Ku seruput, dan rasanya sudah seperti es cappucinno saja, dingin.

Berselang waktu, memandang ke arah jalan yang mulai sepi dari kendaraan karena larutnya malam. Tampak para penjual lesehan mulai membereskan lapak-lapak lesehan mereka, namun penjual jagung dan kacang rebus baru saja mulai beraksi menjajalkan dagangannya karena malam yang dingin adalah waktu untuk mereka mencari rejeki dan mengorbankan waktu tidurnya.

Termenung, wajahku terterpa cahaya lampu jalan berwarna jingga. Cahaya lampu menghiasi malam Jogja dan aku hanyut terbawa suasana yang begitu ramah. Tanaman dan pohon-pohon kota tampak bisu terdiam menjadi ornamen-ornamen heningnya malam, dan live music cafe sayup terdengar di belakangku. Tampak seorang wanita molek menyanyikan sebuah lagu syahdu penuh dengan perasaan hingga para pengunjung cafe yang menonton seakan terbawa oleh suasana lagu. Dan wanita itu berlantun lagu Killing Me Sofly. hmm… waktunya pulang.

Indraloka Cafe, Cik Di Tiro Jojga

Malam itu kita bertemu di Jogjakarta

Kala sang rembulan tengah menunjukkan keanggunannya

Pertemuan kita memang tak lama, karena aku ingin menjaga

Aku melihat perawakanmu yang bersahaja dan tak banyak bicara

Kemudian kau tersenyum tersinar bulan bercahaya

Seperti terasa telah mewakili semua hal akan makna

Termaktub asa, cita-cita, dan juga cinta

Dan malam itu, senyumanmu adalah Senyum Purnama


nb : Tulisan atau puisi ini ku dedikasikan kepada seorang sahabat saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. Adapun tulisan/ puisi ini terangkai oleh curahan sang sahabat, juga saat Purnama ke tujuh di hari ke tujuh. co cweetttt ^_^

Hari, tanggal, bulan, dan tahun tersebut mungkin akan menjadi catatan tersendiri dalam lembar kehidupan yang aku jalani sekarang. Hmm… akan aku tempatkan menjadi satu halaman khusus, karena aku melihat ada nilai harapan di sana.

Oleh karena kabar dan cerita… dari jauh disebuah lorong yang panjang dan gelap aku seperti melihat secercah cahaya harapan. Ataupun, dari gurun luas yang panas dan kering aku seperti melihat danau dengan air jernih  harapan.

Sebab waktu terus berjalan… aku harus memberanikan diri untuk melangkah. Menyusuri lorong gelap menuju setitik cahaya itu. Juga, aku akan memberanikan diri berjalan di tengah gurun yang terik menuju jernih danau itu.

Tak ingin terus kelam oleh masa belakang, semoga cahaya itu akan tetap ada dan semakin terang, dan semoga air di tengah gurun itu tidak hanya sia fatamorgana. Semoga Allah senantiasa menuntun langkah hidupku menuju kepada kebaikan.

Dan “ini” akan di mulai dari titik harapan Tue070709

My Sign

Yock…. saudara Muslim sekalian, senantiasa di waktu yang kurang dari dua bulan ini,  sebelum Ramadhan nanti, kita berdoa kepada Allah agar bisa disampaikan pada bulan yang mulia tersebut,  yaitu Bulan Ramadhan. Sekalian pasang aja widget nya.   Klik gambar widget untuk menuju websitenya. Dan panduan untuk memasang widget flash di blog wordpress anda silahkan klik di sini