Selepas pulang dari masjid subuh tadi, ku berjalan menyusuri gang menuju pulang. Saat berjalan ku sempatkan ‘menengadahkan’ pandanganku ke langit. Langit pagi ini begitu bersih dengan jutaan bintang menghiasi langit, bagaikan lukisan abstrak penuh arti, yang hanya bisa di pahami oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan akan seni seperti seniman Leonardo Davinci ataupun Pablo Picasso.
Sambil asik memandang,menikmati keindahan ciptaan-Nya, tiba-tiba….. Subhanallah. Aku melihat satu bintang diantara jutaan bintang yang membuatku takjub. Aku melihat sebuah bintang kecil berjalan. Yah…berjalan, dengan kerlap-kerlipnya seperti berkerling mata kepadaku, bintang itu berjalan dari arah selatan ke arah utara. Kecepatannya hampir sama jika kita melihat pesawat yang terbang di angkasa. ku ‘kucek-kucek’ mataku untuk memastikan kalau itu benar bintang berjalan, sekali lagi ku ‘kucek’ mataku dengan cepat agar aku tak kehilangan bintang itu. Dan ternyata memang benar itu adalah bintang yang berjalan. Subhanallah… pandanganku mengikuti bintang itu berjalan kurang lebih selama 3 menit sampai ‘dia’ menghilang di utara langit terhalangi atap-atap rumah.
Masuk rumah dengan perasaan masih takjub. langsung minta bantuan ‘om google’ dengan keyword ‘Bintang Berjalan’. Dan ternyata, memang sudah banyak orang yang pernah melihatnya dan juga ada penjelasan ilmiahnya. Kl melihat bintang jatuh sih udah pernah dan beberapa kali, tapi kalau bintang berjalan.. ini pertama kalinya dalam hidupku.
La hawla wala quwwata illaa billah

Saat hati ini rindu akan menulis, ingin kurangkai kata-kata terpilih yang diambil dari butiran-butiran embun pagi yang tersinari lembutnya mentari saat tersentuh kulit tubuh. Namun bukan itu saja, ingin juga kuambil kata-kata terpilih itu dari kumpulan kedipan-kedipan bintang yang berpijar sebagai perbendaharaan malam, ingin pula kuambil kata-kata terpilih itu dari luasnya samudra yang membiru bumi atas refleksi gemilau cahaya siang.

