Arsip Bulanan: Februari 2009

bintang-berjalanSelepas pulang dari masjid subuh tadi, ku berjalan menyusuri gang menuju pulang. Saat berjalan ku sempatkan ‘menengadahkan’ pandanganku ke langit. Langit pagi ini begitu bersih dengan jutaan bintang menghiasi langit, bagaikan lukisan abstrak penuh arti, yang hanya bisa di pahami oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan akan seni seperti seniman Leonardo Davinci ataupun Pablo Picasso.

Sambil asik memandang,menikmati keindahan ciptaan-Nya, tiba-tiba….. Subhanallah. Aku melihat satu bintang diantara jutaan bintang yang membuatku takjub. Aku melihat sebuah bintang kecil berjalan. Yah…berjalan, dengan kerlap-kerlipnya seperti berkerling mata kepadaku, bintang itu berjalan dari arah selatan ke arah utara. Kecepatannya hampir sama jika kita melihat pesawat yang terbang di angkasa. ku ‘kucek-kucek’ mataku untuk memastikan kalau itu benar bintang berjalan,  sekali lagi ku ‘kucek’ mataku dengan cepat agar aku tak kehilangan bintang itu. Dan ternyata memang benar itu adalah bintang yang berjalan. Subhanallah… pandanganku mengikuti bintang itu berjalan kurang lebih selama 3 menit sampai ‘dia’ menghilang di utara langit terhalangi atap-atap rumah.

Masuk rumah dengan perasaan masih takjub. langsung minta bantuan ‘om google’ dengan keyword ‘Bintang Berjalan’. Dan ternyata, memang sudah banyak orang yang pernah melihatnya dan juga ada penjelasan ilmiahnya. Kl melihat bintang jatuh sih udah pernah dan beberapa kali, tapi kalau bintang berjalan.. ini pertama kalinya dalam hidupku.

La hawla wala quwwata illaa billah

Entah apa maksud dan arti dari judul yang kutulis ini. Entah apakah sastra telah melukaiku sehingga aku terinfeksi karenanya. Namun sama sekali aku tak mengerti apa itu sastra, mempelajarinya saja aku tak pernah.

Aku hanya senang memainkan kata-kata untuk kemudian ku gabungkan menjadi kalimat-kalimat, bahkan untuk kata-kata yang tak ku mengerti sama sekali artinya. Rumus-rumus tata bahasapun tak banyak yang ku pahami, bahkan ‘mungkin’ akupun tak ingin tau. Syarafku hanya tergerak melewati garis impuls panca indra dan memerintah untuk bertindak.

Entahlah……

Alhamdulillah.

menulis Saat hati ini rindu akan menulis, ingin kurangkai kata-kata terpilih yang diambil dari butiran-butiran embun pagi yang tersinari lembutnya mentari saat tersentuh kulit tubuh. Namun bukan itu saja, ingin juga kuambil kata-kata terpilih itu dari kumpulan kedipan-kedipan bintang yang berpijar sebagai perbendaharaan malam, ingin pula kuambil kata-kata terpilih itu dari luasnya samudra yang membiru bumi atas refleksi gemilau cahaya siang.

Saat kata-kata indah itu terkumpul, akan terpintal berjuta kalimat-kalimat ‘mashyur’ menggugah jiwa dan hati setiap insan. Namun hati ini bertanya atas kegelisahannya, dan otak ini tersitir atas imajinasinya

“Apakah ada kata-kata yang bisa kuambil dari tempat-tempat yang tak pernah tercipta sebelumnya, dan kata-kata itupun tidak pernah sedikitpun terdengar dari belahan dunia manapun?”

Saat dimana kata-kata baru itu muncul dan terdengar, maka seseorang bisa lupa kepada kekasih pujaan hatinya, ataupun seorang ibu bisa lupa pada buah hati tercintanya.

AH….. ada-ada saja kau Ivan!! biar semuanya terangkai dalam dekapan rasa syukur. Alhamdulillah