Arsip Bulanan: Desember 2008

Hari sabtu kemaren tepatnya tanggal 20 Desember, saya kembali melakukan traveling untuk menjelajah bumi Allah yang indah ini. Tujuan penjelajahan kali ini adalah mencoba mengexplore keindahan pantai-pantai yang ada di Kota Jogjakarta. Secara saya juga sangat senang dengan yang namanya pantai. Setelah sebelumnya searching di internet tentang pantai-pantai indah Jogja, akhirnya menemukan satu informasi di situs yogyes.com . Di situs tersebut ternyata memuat segala sesuatu yang berhubungan dengan Kota Jogjakarta. nah nge-klik bilik pantai, wuih.. ternyata Jogjakarta tidak hanya memiliki satu pantai yang terkenal dengan nama Pantai Parangtritis (Paris), tetapi ternyata banyak pantai lainnya. dan salah satunya yang membuat saya kepincut adalah sebuah pantai dengan pasir putihnya dan bebatuan karang besar yang menjulang. Pantai ini di sebut dengan nama Pantai Siung.

img_1850 img_1852 img_1754

Siung Beach

Setelah akhirnya sepakat dengan rombongan team (Sorowako geng), yaitu sepakat mengunjungi pantai ini, sepakat dengan tarif  patungan (curung-curung), sepakat dengan itinerary dan segala macam. tanpa basi basa kita lets go. Pantai siung terletak 70 km dari pusat kota Jogja, lebih tepatnya di Wonosari-Jogjakarta. Dan berdasarkan informasi, waktu tempuh menuju pantai ini adalah sekitar 2 jam,  tapi ternyata informasi itu tidak valid alias bohong karena waktu tempuh kami  sekitar 2 jam lebih buaanyak (hampir 3 jam). Ya, ini dikarenakan kami pake acara tersesat sana sini segala plus acara spekulasi yaitu bertanya pada urang-urang. (hehehe). Perjalanan menuju pantai ini memang penuh dengan tantangan karena jalur/jalan yang di lalui penuh dengan tanjakan, turunan, jalan yang berkelok-kelok, dan badan jalan yang tidak begitu lebar. namun untungnya jalannya sudah teraspal rapi.

Baca Lebih Lanjut »

dscf60843Postingan yang turun telat. Harusnya turun ke redaksi seminggu yang lalu. Karena kesibukan yang sok sibuk jadi beritanya udah hampir expired. Tapi tak apa-apalah, yang penting tercatat dalam torehan catatan kecilku.

Seminggu yang lalu kembali ku melakukan petualangan, merupakan hobby yang terpendam lama yang terwarisi sejak aku dilahirkan ke dunia di bumi Sorowako tercinta dengan kemegahan ciptaan Allah. Hobby yang mencintai akan keindahan alam termasuk hamparan air baik itu pantai ataupun danau. Hehe.

Tepatnya tanggal 13-14 Desember kemaren, saya yang sebelumnya tergabung dalam komunitas maya Travelers dengan nama site Travelers For Travelers yang lebih senang di panggil dengan sebutan Backpackers melakukan Kopdar di Kota Jogjakarta. Tema kopdar kemaren adalah Explore Semarang-Jogja, jadi para warga yang tergabung dalam TFT meeting ini melakukan kegiatan mengunjungi tempat-tempat exotic di Kota Semarang dan Jogjakarta.

dscf5946Adapun tujuan kami melakukan meeting ini adalah untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai daerah yang kami kunjungi yang kemudian di rangkum di dalam suatu site base agar para backpacker di seluruh dunia dapat mengetahui informasi tempat-tempat wisata yang menarik di Indonesia sehingga para wisatawan mau datang dan berkunjung ke Indonesia. Sebagai Informasi ternyata Indonesia mempunyai begitu banyak potensi daerah wisata yang bisa mendatangkan asset besar jika dikelola dengan benar. Nah, yang sangat memprihatinkan bahwa, ternyata Indonesia hanya sedikit sekali menyediakan informasi tentang daerah-daerah wisata ini. Sehingga orang-orang yang punya minat datang ke Indonesia tidak jadi datang karena minimnya informasi yang di dapat.

Nah, adapaun informasi yang berusaha kami kumpulkan mencakup dscf6108informasi mengenai tempat penginapan murah tapi bersih yang biasa disebut hotel melati, kl istilah International-nya disebut Hostel, kemudian informasi tentang moda transportasi yang tersedia dari tarif termahal sampai tarif termurah ,dan biasanya kaum backpacker mencari sesuatu yang serba murah untuk menekan biaya perjalanan (backpacker gitu loh). Kemudian Informasi keamanan, Informasi makanan-makanan local yang murah meriah, dan yang terpenting adalah informasi mengenai daerah-daerah wisata yang ada di tempat/kota tersebut.

Tak hanya sibuk dengan ngumpulin informasi, karena emang merupakan hobby, jadi explore masing2 kotanya sambil happy. Sayang saat explore kota Semarang saya g bisa ikut karena ada temen yang datang dari Surabaya harus di Jamu. Nah, yang pas hari Sabtunya saat di Kota Jogja baru deh saya bisa ikut. Sekalian deh ngajak temen yang dari Surabaya dan sohibku Irro si Alim gaul. Dan tak mungkin ketinggalan mengabadikan moment2 penting. Sipp….can’t wait for da next adventure.

Krang…kring…krung…pagi sekitar jam 9,nada dering telepon jadulku berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari Ayahku yang bertuliskan “Rumah” pada screen panggilan masuk Hapeku. Saat saya angkat, seperti biasa..ayahku menanyakan sedang apa dan pertanyaan yang sedikit menohok, namun sudah sering kudengar yang membuat saya menjadi kebal, hehe. “kapan wisuda nak?” hikss.. tapi pertanyaan tentang wisuda kali ini sedikit berbeda. Ayahku langsung menanyakan prihal tanggal wisudaku bulan Januari yang ku jawab bahwa kampus selalu mengadakan wisuda pada akhir bulan. Padahal kan belum tentu saya akan wisuda Januari, yang penting bagi saya adalah lulus dan tidak terkena pembayaran SPP semester depan. Huu..(nasib Mhs Veteran), soryy dad..

Tapi ternyata maksud pertanyaan menohok dari ayah saya itu bukan karena beliau akan datang bulan Januari ke Kota Jogja ini, melainkan tanggal 29 Desember ini beliau mengajak saya pulang ke Medan untuk berkumpul bersama keluarga besar, beliau bertanya apa saya punya cukup waktu dan tidak sibuk dengan skripsi saya. Bah…  kaget kali awak pas ditanya kek gitu (keluar logat Medannya). Spontanlah saya jawab saya bisa dan mau, secara terakhir kali saya ke Medan itu 12 tahun yang lalu karena keluargku berdomisili di Sulawesi sebagai rantau.

Kagak nyangka aja bakal pulang ke Medan, melihat tempat masa kecil ku dulu. Melihat kembali kampong kedua orangtuaku (karena saya lahir di Sulawesi,jd saya orang Sulawesi. hehe), ntah ada angin apa ayahku mengajakku pulang ke Medan. Karena pulang ke sana membutuhkan dana yang tidak sedikit. Yang pulang besok adalah Ayah, ibu dan adik terkecil si Dimas plus saya. Ada apa ini? Apa maksud kepulangan ini? apakah saya akan dijodohkan dengan seseorang??? Huwaaaaa, tidakkk….. ini bukan jaman Siti Nurbaya.

Well…ayah mengajak pulang karena kerinduan yang amat pada keluarga besar yang telah sejak lama tidak bertemu. Kebetulan pas saat ini ada rejeki untuk pulang, namun tidak semua saudara-saudara saya pulang karena kesibukan masing-masing di Sulawesi. Kebetulan saya di Jogja dan mengaku pada ayah bahwa saya tidak sibuk (pardon me) Karena pengen pulang ikut ke Medan akhirnya saya lah yang bisa ikut pulang.

Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di Bandara Soekarno Hatta tanggal 29 Desember nanti, mereka berangkat dari Sulawesi dan saya berangkat dari Jogja. Di sana kami akan terbang ke Medan dengan menggunakan penerbangan yang sama. Semoga perjalanan pulang ini menambah erat jalinan Silaturahim antar keluarga yang selama ini terjalin hanya lewat telepon. Semoga Bernilai ibadah. “Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami dan berilah kami keselamatan untuk sampai ditujuan, amin”.

Alhamdulillah, hari Kamis kemaren , setelah melakukan tes ulang pembuatan SIM biar legal saat ngendarain si item, akhirnya saya mendapatkan ijin mengendarai kendaraan bermotor roda empat alias saya mendapatkan SIM A.

Datang ke samsat Sleman pagi jam 9 lapor ma Pak Polisi untuk ujian lapangan. Setelah pengecekan berkas saya langsung di suruh menuju lapangan, namun sebelum itu, saya harus nyewa lagi kendaraan yang digunakan untuk tes lapangan. pengennya pake si item, tapi takut si item lecet kalau-kalau ntar nabrak palang. hehe, alhasil nyewa mobil lagi dah.

Tes nya masih sama dengan yang kemaren. saat melakukan tes yang pertama saya sudah sedikit gugup, namun saya berusaha untuk tenang dan fokus. secara teori itu adalah kunci untama dalam mengahadapi suatu keadaan dalam pengambilan keputusan dan saat aplikasi kekuatan mental amat dibutuhkan. Well…. saya lulus tes tahap pertama, kita menuju pada tes yang ke dua di lapangan lain dengan medan tanjakan. dimana saya harus menaiki tanjakan kemudian tepat berhenti di tengah-tengah tanjakan dengan ketentuan harus bisa menyeimbangkan antara saat menginjak gas dan kopling agar mobil tepat berhenti di tengah, kemudian setelah beberapa detik berhenti kemudian melaju ke atas. Alhamdulillah saya juga lulus, tentunya saya udah latihan duluan ma si item. hehe.

Setelah tes lapangan lulus, saya diharuskan mengambil formulir pendaftaran dan membayar sebesar 75 rebu. setelah formulir di isi kemudian diserahkan kembali, selanjutnya melakukan tes kesehatan dengan membayar 20 rebu. ternyata setelah tes mata. kedua mata saya dinyatakan minus seperempat karena saya sudah tidak jelas membaca 2 baris huruf terakhir pada bagan huruf.  hal ini dikarenakan karena mungkin saya terlalu intens di depan Laptop dan terkena radiasi sinar. tapi apa laptop mungkin ya???  Well… Dokter menganjurkan agar saya memakai kacamata agar minusnya tidak bertambah.  hmm…pake g ya??…

Anyway…menyerahkan surat tanda sehat dari Dokter, selanjutnya melakukan foto untuk SIM. Tidak lebih dari 5 menit..eh, SIM nya udah jadi. cepet banget. g seperti dulu saat saya ngurus SIM motor dan biayanya pun lebih murah. sebagai Informasi… biaya saya habiskan hanya kurang lebih 150 rebu. Untuk formulir 75 rebu, kesehatan 20 rebu, dan sewa mobil 2x sebesar 50 rebu. namun bersihnya sebenarnya cuma 95 rebu, kl saya g pake nyewa mobil. tapi syukurlah akhirnya saya mendapatkan Surat Ijin Mengemudi.

Alhamdulillah….

“Daging (qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu….” (QS.Al-Haj:37)

Semoga hidup kita dimudahkan dengan rezki yang cukup dan berkah, dan semoga bisa meneladani Nabi Ibrahim AS dalam hal kecintaan kepada Allah dan dalam membangun keluarga yang madani atas dasar takwa. Amin