Feeds:
Posts
Comments

Asbes teras posyandu di atas kami tidak tertutup. Bat mulai manjat duluan melalui tiang balok teras penyangga. Naik dan masuk ke lubang asbes yang Bat bilang adalah pintu masuk ke markas. Aku menyusul dengan hati-hati agar tidak ketahuan. Jaraknya hanya dua meter lebih, tapi memanjatnya membuatku kesusahan. Tak seperti pohon kersen yang mempunyai dahan yang banyak sebagai tumpuan. Ini lain, aku harus mencari tumpuan seadanya. Mirip orang yang panjat tebing.

Ketika aku sampai di bibir pintu markas, aku melihat kemegahan tempat ini. luasnya minta ampun. Di tiang-tiang kecil atap sudah banyak terpasang poster Satria Baja Hitam. Gantungan plastik yang penuh dengan buah kersen.

“Wow…sejak kapan kau menemukan tempat ini bat?”

“Belum lama Air..pas kita liburan kenaikan kelas kemarin”

“Wah…kenapa kau nggak ngajak-ngajak aku sih?”.

“Hehehe..santai Air, aku sengaja ingin membuat kejutan buat kau ces. lihat, markas ini sudah ku tempeli poster-poster pahlawan idola kita. Dan sudah ku siapkan juga jamuan sekantong buah kersen yang ranum”.

Aku terpesona bahagia dengan kejutan dari kawanku itu. Aku langkahkan kakiku memasuki ruangan istimewa. Ruangan para petualang kecil, ruangan persembunyian super hero. Ruangan yang….

“GDUBBRAAKKKK….!”

Sesaat kemudian pandanganku panik berkunang-kunang. Penglihatanku berubah. Semula yang aku lihat adalah poster pahlawan idolaku, tapi sekarang yang aku lihat adalah poster ibu-ibu memakai sanggul dan kebaya sedang menyusui bayinya.

Aku terjatuh, terjatuh dari markas

di atas. jatuh masuk ke ruangan posyandu. Bat panik melihatku dari atas. Bat lupa memberitahuku agar berjalan di balok-balok kecil pembatas asbes. Tapi aku malah berjalan di asbes yang tebalnya tak sampai satu centi.

AIR…APA KAU BAIK-BAIK SAJA CES??”

Aku hanya terduduk tak berdaya. Tak fokus pada pertanyaan dan teriakan Bat. Aku meringkih kesakitan. Aku tak tau apakah kakiku patah atau tidak. Yang aku tau adalah kakiku robek terkena pecahan asbes. Kulit tulang kering sudah tidak ditempatnya lagi. Darah mengucur deras. Sakitnya bukan main. Bat langsung turun ke teras posyandu. Dia tidak bisa mencapaiku karena kami terpisah oleh dinding. Aku di dalam dan dia di luar. Dia melihatku panik dari ruas-ruas jendela kaca.

“AIR..AIR..JAWAB AKU CES!!!”

Aku hanya menjawab dengan suara ringkihan kesakitan. Aku sudah hampir menangis.

“Air..dengar aku ces, aku di sini. Kau jangan nangis, Satria Baja Hitam harus kuat ces!!”

Bat mencoba menenangkanku agar aku tidak menangis. Aku coba membawa pikiranku ke imajinasi superheroku tapi tidak bisa. Luka dan darah menolak imajinasiku. Perih tak terkira. Sambil menahan sakit dan mencoba tidak menangis, tapi air mataku tidak bisa terbendung. Mengalir sekehendaknya. Aku menangis dalam diam. Coba kau bayangkan ces!

Bat mencoba melepas ruas-ruas kaca jendela tapi tak berhasil sama sekali tapi dia tidak menyerah. Darah terus saja mengalir dari lukaku. Menurutku jalan satu-satunya adalah memanggil bantuan. Aku liat Bat terus berusaha melepas kaca jendela. Aku liat matanya juga sudah basah dengan air mata. Tiba-tiba dia juga melihatku. Seperti tak tahan melihatku kesakitan. Tiba-tiba tanpa berkata-kata, dia berlari dan memanjat pagar posyandu. Aku pun tidak bertanya, karena aku tau dia mau memanggil ayahnya. Aku sudah sangat mengenalnya.

Tak berapa lama kemudian, ayah Bat dan ayahku datang bersama pemegang kunci Posyandu yang juga sebagai kepala posyandu, Ibu Bowo namanya. Setelah pintu di buka, ayah dengan sigap memeriksa kakiku. Kakiku terkilir, Dua-duanya di pergelangan kaki. Tapi cukup parah karena aku gunakan saat mendarat jatuh tadi.

Ibu bowo membuka box P3K yang ada di posyandu dan memberikannya ke ayah. Kain kasa, perban, alkohol pembersih dan betadin. Aku menangis sejadi-jadinya saat ayah membersihkan lukaku dan membalutnya dengan perban. Ayah melihatku dan memberi tanda bahwa aku harus menghadapi apa yang sudah aku mulai. Aku paham itu dari matanya.

Ayah mengangkatku dengan hati-hati. Setelah mengucapkan terimakasih dan maaf pada Ibu Bowo ayah membawaku pulang. Ayah juga mengatakan pada ibu Bowo kalau dia akan mengganti asbes yang rusak.

Jarak posyandu ke rumahku sebenarnya dekat sekali. Bat melihatku dengan rasa bersalah, akupun melihat Bat dengan rasa bersalah karena telah menghancurkan markas baru yang sudah ia siapkan jauh hari. Tapi setelah itu kami tersenyum kecil yang mengisyaratkan kalau petualangan kami akan berlanjut setelah aku sembuh nanti.

Nb: Ntah bagaimana nasib poster Satria Baja Hitam di posyandu itu.

Posted from WordPress for Android

Sepeda BMX warna merah adalah tunggangan sejatiku. Aku menjulukinya belalang tempur. Tak lupa aku tambahkan dua antena di depan kepala sepedaku layaknya belalang tempurnya Satria Baja Hitam RX. Aku sangat mengidolakannya. Kalau sudah bercerita tentang tokoh idolaku itu. Takkan ada habisnya.

Belalang tempurku melaju kencang menembus angin. Aku menjadi Satria Baja Hitam. Tapi aku membonceng si Bat. Dan dia aku beri peran monster.

“PLETTAKK!!#$@”

Si monster mendaratkan Jitakkan maut ke kepalaku.

“Enak saja kau Air. masak aku jadi monster. Aku juga Satria Baja Hitam lah.. aku RX Robo dan kau RX Bio. Bagaimana ces?

“Emm… ok lah Bat, daripada benjol”

Kami berdua tertawa. Bat sama seperti aku, sangat fanatik dengan Satria Baja Hitam. Tapi dia mengidolakan pahlawan itu setengah mati. Bahkan seperti mendewakannya. Bisa dibilang itu agama keduanya.

Sebelum ke markas baru. Kami melakukan ritual wajib. Kami mengumpulkan harta karun berupa butiran-butiran permata ruby berwarna kuning dan merah. Nama kerennya adalah Kersen. Adalah buah-buah kecil nan lezat yang pohonnya bisa tumbuh di mana saja. Pohon kersen kekuasaan kami ada di samping Gereja. Ada 4 pohon berjejer rapi dengan tinggi yang berbeda. Dan pohon tertinggi adalah pohon yang paling banyak buahnya. Pilihan hari ini adalah pohon tertinggi. Dengan sigap kami naik seperti monyet kecil. Melompat seperti tupai, bergantung tanpa rasa takut. Rival utama kami adalah burung-burung kecil yang bergerilya. Burung-burung kecil itu pasti benci sekali kepada kami karena kami selalu mengalahkan mereka.

Kantong celana kami sudah penuh dengan buah kersen matang. Depan, belakang penuh. Kami turun dengan penuh kemenangan. Kami kaya raya, sampai-sampai beberapa buah pecah di celana.

Perjalanan kami lanjutkan, sampai kami tiba di suatu tempat kosong berbentuk rumah. Itu adalah posyandu, hanya digunakan saat hari Minggu saat ada imunisasi. Aku pernah ke sini ikut ibu mengantar adikku imunisasi. Dari luar pagar aku memandangi posyandu.

“Bat, ini markas baru yang kau bilang?”

“Iyo ces,ini dia. Megah bukan?”

“Gila kau, dari mana kita masuk? Pintu ruangan posyandu itu di kunci bat. atau maksudmu teras posyandu itu markas baru kita? Bah…!!!”.

“Bukan Air… teras posyandu itu adalah pintu masuk kita ke dalam markas”.

“Maksudmu??”

“Ah..sudah jangan banyak tanya kau. Ikut aku!”.

Setelah ku sembunyikan sepedaku di semak, kami memanjat pagar posyandu dengan hati-hati agar tidak ketahuan. Mengendap-ngendap sebagai penyusup kecil. Sampailah kami di teras posyandu.

“Mana pintu masuknya bat?”.

“Lihat ke atasmu Air!”.

Saat aku melihat ke atas, asbes yang membatasi atap seng agar tidak panas ada bagian yang tidak tertutupi. Dan tepat di atas kepala kami.

“Itu maksudmu Bat?”.

“Yup,ayo naik!”.

Bersambung….

Posted from WordPress for Android

Aku dan Bat baru saja bersekutu. Siang itu pulang sekolah Bat langsung main ke rumahku. Persahabatan kental kami bermula dari persahabatan ayah kami yang begitu kental. Sepertinya mereka menularkannya kepada kami.

Di agenda sekolahku tadi, atas perintah Pak Agus yang mendiktekan, aku menulis

“Mengerjakan PR matematika hal 9 dan TIDUR SIANG”.

Sengaja aku tulis huruf besar ces pada kata-kata tidur siang. Karena aku paling benci tidur siang.

Ibu menyuruh aku dan Bat tidur siang. Tapi badan kami sudah gatal ingin bermain. Tadi pagi di sekolah saat istirahat Bat memberitahu kalau dia menemukan tempat yang sangat cocok untuk dijadikan markas buat kami. Saat aku tanyakan di mana, Bat hanya bilang

“Rahasia ces, nanti sore kita ke sana”.

Gelisah di tempat tidur kami merencanakan kenakalan kecil. Satu teknik yang sangat ampuh dan mujarab. Dan yang menemukan teknik ini adalah si cerdik temanku bat. Di dalam kamar kami tidak tidur. Kami asik mempersiapkan alat-alat untuk markas baru. Berulangkali aku tanya di mana lokasi markas itu, Bat masih saja mengatakan kalau itu rahasia.

Hampir dua jam kami di kamar. Dan sepuluh menit sebelum keluar kamar, kami menjalankan teknik ampuh kami. Dimulai dengan menutup mata menggunakan tangan atau bantal dengan cara sedikit ditekan selama kurang lebih sepuluh menit. Setelah sepuluh menit, kami membuka penutup mata. Dan hasilnya adalah mata merah merekah seperti orang yang bangun tidur. Dan bumbu pelengkap persekutuan kami adalah mengacak-ngacak rambut.

Saat kami keluar kamar dengan wajah berpura-pura masih mengantuk, dengan lembut ibu berkata

“Sudah bangun ya jagoan-jagoan ibu, ayo cuci dulu mukanya sayang”.

Aku dan Bat saling memandang  sebagai tanda rencana kami berhasil. Kalau saja ibu tau kami tidak tidur siang, maka habislah kami. habis sehabis habisnya ces!!

Setelah cuci muka, aku dan Bat langsung berlari menunggangi sepeda BMX warna merahku. membonceng Bat, aku melajukan sepeda dengan semangat. Dan ibu hanya terheran-heran.

Posted from WordPress for Android

Into the Wild

image

I feel trying find my place into the wild.

@Rinjani Mountain

Posted from WordPress for Android

Hallo ces (kawan)..namaku Air. Air Muhammad panjangnya. Jika kau ingin tau kenapa orangtuaku menamakanku seperti itu? Nantilah ku bahas. Umurku sekarang 9 tahun, kelas 3 SD. Aku punya sahabat hebat namanya Batara. Bat biasa aku memanggilnya. Jika kau ingin tau kenapa namanya aku sebutkan diawal perkenalanku? Karena Bat adalah partner berpetualangku. Dan dia adalah otak dari segala petualangan kami nanti.

Pagi ini aku melenggang jalan kaki menuju sekolah bak seorang model. Jauh malam sudah aku persiapkan bagaimana tampilanku untuk pagi ini masuk sekolah. O iy, aku SD pada jaman 90an ces. Dan hari itu adalah hari pertama masuk sekolah setelah tahun ajaran baru dimulai.

Sebelum berangkat, cermin hampir membuat aku terlambat karena terlalu lama menyisir rambut. Tahukah kau minyak urang aring ces? Minyak rambut cair berwarna hijau berbau menyengat yang bisa membuat rambut rapi dan hitam mengkilap. Minyak itu aku oles dan usapkan ke rambut sambil bergaya bagai seorang bintang iklan minyak rambut, tapi agak sedikit frontal. Setelah merata ke semua bagian rambut, sisir mengambil bagian dalam pertunjukkan dandan yang selebor itu. Gaya rambut model belah samping ces. Gaya rambut model ini sangat populer. Bisa menaikkan derajatmu jika sisiran belah sampingmu sangat rapi. Yang membuat aku lama saat menyisir rambut adalah saat menata jambul depan. Jambul depan adalah inti dari model belah samping. Semua cara sudah aku lakukan tapi selalu gagal sampai aku menyerah, dan datanglah malaikat penolong. Hanya ibu yang tau model jambul depan kesukaanku.

Rambutku sudah klimis mengkilap dan rapi dengan jambul istimewa. Bukan rambutku saja yang mengkilap, tp jidatku juga ikut mengkilap. Terlalu ekstrem tampaknya saat aku memakai minyak rambut. Baju putih berdasi pendek, celana pendek merah sebatas paha yang sangat mirip hotpan. dan topi merah. Sepatu warrior dengan kaos kaki putih panjang menutupi betis. Ciamik sekali tampilanku ces.

Tak lupa penambah cita rasa penampilanku adalah tas koper kecil berwarna cokelat dengan sticker burung garuda di pojok atasnya. Dan tentunya sticker-sticker super hero yang aku beli dari penjual sticker tempel di depan sekolah.
Hari itu sangat cerah, aku berangkat dengan sobat kentalku Batara. Jarak rumah kami tidak jauh, hanya 5 rumah. Tampilan si bat pun tidak jauh beda denganku, begitupula dengan sebagian besar bocah laki-laki lainnya. Aku kelas 3 A yang merupakan kelas pilihan. Aku tidak sekelas dengan bat, dia tidak masuk kelas pilihan. Dia kelas 3 C. Padahal dari TK kami selalu sekelas. Saat tau aku tidak sekelas dengan bat aku ingin sekali protes dan marah pada sekolah. Kenapa harus ada kelas pilihan? Kenapa ? arghh..

Teman-teman sekelas mulai berbaris rapi sebelum masuk ke ruangan. Wali kelasku Pak Agus mengucapkan selamat datang di kelas 3 A. Dengan rapi kami masuk dan memilih tempat duduk. Tapi saat memilih tempat duduk kami tidak rapi. Seperti monyet kelaparan berebut pisang. Karena satu meja mempunyai dua bangku. Maka semua sibuk mencari pasangan duduknya. Yang membuat gaduh adalah aib hukumnya jika duduk dengan lawan jenis. jika itu terjadi bakal malu setengah mampus dan bisa depresi jadi bulan-bulanan cacian. Syukurlah aku duduk dengan Ical. Walaupun dia sering ingusan, tak mengapa. Yang penting dia bocah laki-laki. Musibah menimpa Iqbal karena dia duduk dengan Isabella. Duduk dengan beda jenis, itu artinya aib ces. Kalau itu bukan aib yang memalukan, aku akan dengan senang hati menyerahkan kursi di sampingku kepada Isabella. karena Isabella adalah primadona sejak TK. Hmmm…undang-undang AIB ini harus diubah menurutku.

Itulah hari pertamaku di kelas 3. Dan petualanganku yang hebat akan dimulai dari sini. Petualangan bocah yang banyak ingin tau akan banyak hal. Petualangan bocah-bocah kampung yang tinggal di dekat danau. O iy, ngomong-ngomong soal danau, aku ingin menyambung ceritaku di atas tentang kenapa orangtuaku memberiku nama Air Muhammad. Muhammad karena orangtuaku muslim, dan sunnah memberi nama anak dengan nama islam. Dan Air, karena aku lahir di daerah yang di kelilingi danau indah nan mempesona. Danau Matano namanya. Dan air mempunyai arti dan filosofi yang menyegarkan. Itulah asal usul namaku ces.

Posted from WordPress for Android

“Bat…sudah mandinya,jangan terlalu lama dalam tong nak. nanti masuk angin”

“Iy mak, bentar lagi”

Aku tengah asik bermain dengan imajinasiku. Berenang, berendam, telanjang di dalam drum besar yg sudah dirubah menjadi bak mandi. Aku baru saja berubah menjadi Satria Baja Hitam RX yang akan melawan monster yang mengganggu bumi.

Monster yang aku lawan adalah monster kepiting. Pertarungan ini adalah pertarungan yang sengit dan lama. Monster kepiting ini sangat kuat. Pukulan maut dan tendangan maut tak mempan juga aku lakukan. Kelemahan ada pada lehernya yang tidak tertutup cangkang.

Cara terakhir yang aku pikirkan adalah menggunakan pedang matahari sambil melaju di atas belalang tempur. Ini harus berhasil, tenagaku sudah hampir habis. Jika gagal, mampuslah aku.

“PEDANG MATAHARI”

Pedang matahari keluar dari jantung kekuatanku untuk berubah yang berbentuk ikat pinggang dengan crystal merah di tengahnya. Belalang tempur juga sudah datang setelah ku panggil. Aku sudah melaju kencang dan menghunus pedangku ke arah monster kepiting. hiattt…..

DOR..DOR..DOR!!!!

“Batttt….sudah mandinya, nanti kau terlambat ngaji”.

Tiba-tiba ibu menggedor pintu kamar mandi. Arghhh…padahal sedikit lagi. imajinasiku buyar lari tunggang langgang karena kaget dan panik sama teguran marah ibu. Aku harus berubah menjadi manusia biasa lagi. Ibu tidak boleh tau kalo aku satria baja hitam rx.

Panik dan takut aku langsung melompat dari tong drum dan mengambil handuk. Kulit tanganku mengkeriput karena terlalu lama berendam dalam drum. saat membuka pintu kamar mandi aku langsung mendapat jeweran dan omelan ibu. Tak menghiraukan omelan dan jeweran ibu aku berkata dalam hati.

“Tunggu kau monster kepiting, aku akan kembali mencarimu. Kali ini kau bisa lolos. Tapi besok, tidak!!”

Posted from WordPress for Android

image

Alhamdulillah petualangan saya bersama @ACIdetikcom di Pulau Lombok selama 16 hari akhirnya berakhir dengan hasil yang “HEBAT”. Bertemu dan berkenalan dengan orang-orang Sasak yang membuat saya makin mengenal keberagaman sifat dan kearifan lokal masyarakat sasak dan kehidupan manusia secara umum. Mengambil makna dan arti dibalik jalinan silaturahmi. Bertemu teman-teman baru dengan cerita-cerita hebat mereka tentang hidup.

Merasakan dan menikmati kuliner khas Lombok yang bisa membuat saya menangis karena rasa pedas bumbu cabe dan rempah pada makanan yang menusuk sampai ke kepala. Ada ayam taliwang, ayam plecing, plecing kangkung, sate ikan dan pepes yang hanya dijual di daerah bernama Tanjung. Dan makanan lainnya yang selalu pedasnya hebat.

Melakukan hal-hal yang baru pertama kali saya lakukan dalam petualangan saya,yang juga cita-cita lama seperti diving menikmati keindahan taman laut yang membuat saya ketagihan. Naik ke puncak Gunung Rinjani yang menguji fisik dan mental kami. Juga mengajarkan pentingnya kerjasama dalam team. Saya juga berlatih surfing. Ternyata saya punya bakat terpendam karena pertama kali menunggangi ombak saya langsung bisa berdiri di papan seluncur. hehe…

Dalam hal penginapan, semua juga saya rasakan dalam petualangan ini. Mulai dari menginap di pulau kecil beratapkan langit berhias jutaan bintang, beralaskan pasir pantai yang hangat. Menginap di rumah penduduk Sasak yang sederhana dari sejarahwan sampai tokoh pelopor kerajinan. Camping di Gunung Rinjani bertemankan dingin dan kabut namun terasa hangat dengan tawa canda kami. Sampai menginap di hotel mewah berbintang dengan hiasan pantainya yang menawan.

Rangkuman cerita ini akan saya urai satu demi satu. Karena pada setiap perjalanan dan tujuan semuanya hebat. Hebat di sini bagi saya adalah disetiap tempat baru yang kita datangi pasti kita akan menemukan sesuatu yang baru. Bahkan bisa di luar dugaan kita. Tinggal bagaimana kita menempatkan diri dan beradaptasi. Kita bisa menjadi air yang bisa menempatkan diri di wadah yang kita datangi tanpa keluar dari ekspektasi norma. Atau kita bisa menjadi batu yang tak mau menempatkan diri pada wadah yang didatangi dan tak mendapat apa-apa melainkan penolakan. Namun inti dari perjalanan hebat ini adalah bagaimana saya harus bersyukur atas kesempatan dan nikmat yang Allah berikan dan perlihatkan kepada saya. Dari perjalanan hebat ini, semoga saya tidak merugi.

  • Uraian cerita saya dan petualang ACI 2011 bisa dibaca di http://aci.detik.travel
  • Untuk team mates saya Lucy dan Rieka. Pendamping kami Mas Ardi dan Mas Roni, terimakasih atas persahabatan hebat ini.

Posted from WordPress for Android

Petualang ACI 2011

image

Inilah pasukan Petualang ACI 2011 yang akan disebar ke seluruh penjuru nusantara untuk menyebarkan semangat Cinta Indonesia. Kami adalah 60 orang pilihan detik.com yang dibagi menjadi 20 team.

Saya dan dua orang teman akan di terjunkan ke Pulau Lombok. Akan mengeja Pulau Lombok dari A-Z, mulai dari Pantai sampai gunung, dari masyarakat sampai ke kultur dan kebudayaan. Mengemban tugas untuk bersenang-senang lalu menyampaikan kepada masyarakat nusantara dan dunia bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya dan indah. Semoga dari perjalanan nanti bisa membawa kemanfaatan bagi diri saya dan masyarakat Indonesia untuk lebih bisa mencintai Indonesia yang luar biasa. Dan itulah Indonesia apa adanya

Note : Foto by bang Regy

Posted from WordPress for Android

Planking

image

This Is My First Planking. If You Want To know Bout What Is Planking? Just ask Google :)

Posted from WordPress for Android

Tukang Sapu Mulia

image

Siang terik di satu sudut kota Jogjakarta. Di Bulan Ramadhan ini, masjid adalah tempat paling populer di datangi para pejalan ataupun kuli seperti saya ini. Di samping untuk singgah melaksanakan sholat, masjid juga di jadikan tempat singgah untuk bernaung dari teriknya Matahari siang. Setelah melaksanakan sholat banyak orang-orang yang kemudian melanjutkan ibadah mereka. red: tidur :)

Setelah sholat, saya beristirahat di teras masjid yang adem tentram nan dingin. Barisan lantai ubin merayu manja mengajak saya untuk berbaring merebahkan badan. Banyak yang sudah termakan rayuan”nya” dan kini tengah berada di awang-awang dilamun mimpi. amboi betul!! Rayuan maut itu kali ini tidak berhasil *berarti kemarin” iy :p* Perhatian saya tertuju pada seorang bapak yang tengah asyik menyapu membersihkan halaman masjid dari lautan daun kering yang berguguran di musim panas ini. Dengan teliti dan terorganisir bapak itu menyapu area halaman sebagai medan tempurnya yang sudah amat dia hapal. Mungkin jatuhnya daun bisa ia ketahui letak dan waktunya.

Bapak itu sama sekali mengabaikan terjangan teriknya matahari siang bolong. Yang saya amati, bapak itu dengan sepenuh hati melakukan tugasnya bukan karena kewajiban ataupun imbalan,melainkan karena ikhlasnya mencari ridho Allah dari pekerjaannya.

Setelah halaman bersih, bapak tukang sapu itu meletakan senjatanya yaitu sapu dan serok. Dia menuju tempat wudhu. Berwudhu lalu melaksanakan sholat. Hari terik ini, angin bertiup kencang, tak diragukan lagi orang-orang yang tertidur di teras masjid semakin jauh melayang ke alam mimpinya. Tapi dedaunan kembali membanjiri halaman masjid.

Selesai sholat, bapak tukang sapu itu kembali melangkah dengan gagahnya untuk kembali ke medan tempurnya. Di ambil senjatanya kemudian bapak itu melihatku sekilas sembari tersenyum seperti mengatakan “Aku kembali ke medan jihad boi!!” Dengan tekun bapak itu menyapu helai demi helai daun kering ke dalam seroknya. Jika saja daun-daun kering itu emas, jika saja daun-daun kering itu pahala. betapa kayanya bapak itu dan betapa tentram hatinya.

Tak lama,halaman masjid kembali bersih. Bapak tukang sapu itu kemudian duduk di bawah teduhnya pepohonan yang mengelilingi masjid untuk sejenak melepas lelahnya. Dan tak lama pula, daun-daun kering jatuh lagi bertemu bumi. Sang bapak dengan senyum bahagia ikhlas kembali seperti memang sangat menantikan dedaunan kering itu datang kembali dan lagi.

Posted from WordPress for Android

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 260 other followers